oleh

Pilihan Hidupku Larissa Chou

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Larissa Chou menantu dari Da’i kondang Arifin Ilham mengunjungi Universitas Ibn Khaldun memberikan Inspirasi kepada mahasiswa muda dalam acara seminar dan talk show pra nikah dengan tema “Akulah yang kau Cari”. Acara ini diselenggarakan oleh Wardah bersama dengan Komunikasi Penyiaran Islam UIKA Bogor Sabtu ( 21/4/2018).

Sebagai Ketua pelaksana, Deby Febryanti memberikan sambutannya. “Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada sponsor dan media partner yang diselenggarakan Wardah bersama dengan KPI UIKA, terimakasih juga kepada teman-teman yang sudah menyempatkan hadir dalam acara ini yang telah mengorbankan waktu juga tenaganya semoga teman-teman bisa menikmati rangkaian acaranya ini dari awal hingga akhir dan mendampat ilmu yang bermanfaat,” terangnya kepada seluruh pengikut acara.

Sebagai seorang mualaf Siti Raisa nama baru yang diberikan oleh Arifin Ilham menceritakan perjuangannya untuk memeluk agama Islam, Tidaklah mudah terutama akhirnya ia sekarang bisa mendapatkan restu untuk masuk Islam dan sampai akhirnya bisa memakai hijab dengan leluasa.

“Memang kebanyakan orang di luar sana yang tidak tau cerita tentang saya itu taunya bahwa saya masuk Islam karena Alvin Faiz. Jadi orang taunya saya mau menikah dengan Alvin lalu masuk Islam. Tapi sebenarnya saya memeluk agama Islam menurut orang Islam memang karena hidayah dan melalui perantaranya Alvin jadi memang dulu tidak kepikiran sama sekali untuk menikah dengan Alvin Faiz karena pertama mindset saya bahwa orang Chinese harus menikah Chinese lagi,” Ungkap Pejuang Islam itu.

Akhirnya dari pernikahannya dengan Alvin Faiz, Larissa Chou bisa mengambil hikmah bahwa pernikahan itu bisa sederhana yang penting adalah prosesnya melalui niat yang sampai akhirnya setuju untuk melangsungkan pernikahan dengan pria yang lebih muda darinya.

“Tapi sekarang ada seorang pria yang masih tujuh belas tahun yang berani mengkhitbah wanita yang lebih tua, mualaf, berarti sadar nggak sadar dia harus membimbing si perempuan ini, usianya jauh lebih muda dan saya berfikirnya masa sama berondong. Ketika suami saya UN ini saya yang nemenin, UN itu belajarnya sama saya rasanya kaya Ibu ke anak gitu ya. Jadi saya bener-bener memilih dia ketika ada seorang pria 17 tahun berani melamar saya. Mungkin di luar sana pria yang berumur 27 tahun masih berfikir,” Ujarnya.

Dihadapan peserta seminar dan talkshow yang masih berusia muda ia memberikan penjelasan dari pengalamannya terutama bagi perempuan.

“Memang betul kalo menikah muda itu sulit-sulit gampang ya nggak sulit juga gak gampang juga asal punya niat tulus jadi perempuan harus siap diatur harus siap ngalah karena ketika sudah menikah hak orangtua sudah pindah ke suami jadi papi saya haknya sudah berpindah ke Alvin suami saya gitu kan berarti perempuan harus siap punya anak dan tentunya siap nikah muda,” jelas menantu Arifin Ilham.

Raisa sempat menekankan bahwa ia dan Alvin tidak mengkapayekan nikah muda atau memaksa orang lain untuk mengajak menikah muda disini ia ingin memperkenalkan bahwa ada solusi dari sebuah relathionship atau mengurangi potensi pacaran dengan berbagi pengalamannya menikah muda.

”Intinya menikah muda menikah atau tua itu sama-sama menikah perbedaannya dengan pacaran adalah kalo dulu pikirannya hanya duniawi. Ketika kita mencintai seseorang karena Allah pasti berusaha menyebutnya dalam do’a dan berusaha mendapatkan dia karena ridho Allah contohnya ternyata dulu Alvin mendoakan saya setiap hari. Jadi,saya juga sebelum menikah dengan Alvin saya istikharah. Jadi disini yang bagi perempuan yang mau menikah muda saya tekankan harus mampu menurunkan ego udah gitu bis mampu mengatur keuangan, Jagalah diri kalian dengan baik karena menurut saya cantik itu bukannlah soal penilain utama jadi hargailah diri kalian karena seorang muslimah itu adalah seseorang yang mahal, tidak bisa sembarangan melihat kalian, tidak bisa sembarangan menyentuh kalain kaian harus menghargai diri, perbaiki diri, InsyaAllah nanti akan didekatkan dengan jodoh yang baik,”pungkasnya. (CJ/Heni Pratiwi)

Komentar