oleh

Pilkada 2020 di Jateng, 4 Daerah Bakal Diramaikan Calon Independen

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Pelaksanaan Pilkada tahun 2020 tinggal menghitung bulan dan hari, namun gaung untuk merebut kepala daerah belum begitu meriah. Hanya perebutan 4 kursi kepala daerah di Jateng, bakal ikut diramaikan dengan kehadiran calon dari jalur independen 21 Kabupaten dan Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak September mendatang.

Keempat kursi kepala daerah itu meliputi Surakarta, Kabupaten Kendal, Demak dan Purworejo. Namun sampai saat ini baru Bakal Calon Wali Kota Surakarta yang sudah dipastikan dengan kehadiran Calon dari jalur independen

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengatakan dari 21 Kabupaten/Kota, baru pasangan Bajo (Bagyo Wahyono-F.X Suparjo) di Kota Surakarta yang pendaftarannya sudah diterima, sedangkan ketiga daerah lain masih dalam proses perhitungan.

”Hingga saat ini KPU juga sedang memproses persyaratan pasangan lain, bakal Calon Wali Kota Surakarta dan Wakil, Abah Ali-Gus Amak, dari jalur independen. Karena itu, sampai saat ini masih dalam proses perhitungan,” ujar Yulianto, Senin (24/2,2020).

 

Yulianto menambahkan, ada tiga daerah lain di Jateng yang diperkirakan juga bakal diramaikan Calon Kepala Daerah dari jalur independen. Ketiga daerah itu meliputi Kabupaten Kendal (Suyanto-Erfan Royani), Demak (Said-Mat Solekan) dan Purworejo (Slamet Riyanto-Suyanto).

“Tiga daerah ini juga sedang dalam proses perhitungan,” tuturnya.

Yulianto menambahkan, masa pendaftaran bakal Calon Kepala Daerah dari jalur perseorangan resmi ditutup pada pukul 24.00 WIB, 23 Februari 2020. Namun masa pendaftaran dan penyerahan berkas syarat dukungan dan sebaran, bakal Calon Kepala Daerah sudah dimulai sejak 19 Februari 2020.

”Bagi calon independen diharapkan segera menyerahkan berkas pencalonannya,”pintanya.

Selain itu, dia menuturkan, daerah lain selain tiga daerah tersebut yang dipastikan tidak ada calon Bupati atau Wali Kota dari jalur independen, karena berbagai kendala di antaranya karena tidak memenuhi jumlah syarat dukungan atau memang dari awal tidak ada yang mendaftar sebagai bakal Calon Wali Kota dari jalur independen.

“Seperti di Kabupaten Grobogan, Wonosobo, Kota Magelang, Kota Pekalongan dan Kota Semarang sejak awal tidak ada bakal paslon perseorangan yang menyerahkan surat mandat,” ujar Yulianto.

(Suparman)

Komentar