oleh

Polsek Kajoran Magelang Ringkus Seorang DPO Kasus Curat

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Polsek Kajoran Polres Magelang Polda Jateng berhasil menangkap seorang DPO (Daftar pencarian Orang ) bernama Anggi Prayogi alias Petho (21), pengangguran, warga Desa Kajoran, Kecamatan Kajoran Magelang di tempat persembunyiannya di Kawasan Malioboro Daerah Istimewa Yogjakarta. Sabtu, 20 Juli 2019, sekitar pukul 16.30 wib.

Tersangka ditetapkan sebagai DPO setelah diketahui melakukan tindak pidana pencurian di tempat Korban Sabitun (65), Pekerjaan Pensiunan PNS, Alamat Dusun Pabean RT.40/RW.15, Desa Kajoran, Kabupaten Magelang, Selasa 20 Nopember 2018, sekitar pukul 21.30 wib.

“Pelaku masuk ke rumah korban yang sedang kosong ditinggal pergi pemiliknya, kemudian pelaku masuk rumah dengan cara mencongkel gembok pintu dengan menggunakan obeng dan Pelaku berhasil membawa kabur berupa 1 (satu) buah Hand Phon Merk Vivo dan uang yang ada berada didalam tas serta uang yang ada berada didalam sarung bantal sebanyak Rp.12.000.000 (dua belas juta rupiah) akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 15 juta rupiah, kemudian dilaporkan ke Polsek Kajoran.

Setelah mendapatkan Laporan Unit Reskrim Polsek Kajoran melakukan olah TKP dan penyelidikan, kemudian kami mendapatkan informasi kalau tersangka berada di Wilayah Yogjakarta, Kemudian di Pimpin langsung Kapolsek Kajoran Polres Magelang Iptu Edi Suryono Unit Reskrim melakukan pengejaran.

“Tersangka bisa kami tangkap disaat membantu kawanya berjualan pakaian di kawasan Malioboro Yogjakarta“ terang Kapolsek Kajoran melalui riliasenya. Senin (22/7)

Dari pengakuaan tersangka hasil dari kejahatanya dihabiskan buat foya foya, dan HP dijual kepada seseorang di wilayah Dukun Magelang, imbuhnya.

Keberhasilan penangkapan tersebut tidak lepas juga dari informasi masyarakat, dan sekarang tersangka serta barang bukti telah kami amankan di Polsek Kajoran guna dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Atas perbuatanya tersangka kami jerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

(Ali Subchi)

Komentar