oleh

Produksi Narkoba Home Industry, Sam To Diringkus Sat Resnarkoba Polresta Denpasar

INILAHONLINE.COM, BALI — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Denpasar berhasil mengungkap home industry pil ekstasi di sebuah rumah kontrakan Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan pada Rabu, 14 Juli 2021 pukul 16.00 wita.

Sam To (48) yang merupakan residivis kasus narkoba yang baru bebas pada Desember 2020, kembali harus berurusan dengan pihak berwajib, Sam To diringkus Satresnarkoba Polresta lantaran memproduksi narkoba jenis ekstasi.

“Dari tangan pelaku kita amankan ekstasi sebanyak 286 butir serta sabu seberat 106,92 gram,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.IK.,M.H. Kamis (22/7/2021) di Mapolresta Denpasar.

Kapolresta Denpasar mengatakan, pengungkapan kasus bermula ketika petugas memperoleh informasi akan ada transaksi narkoba jenis ekstasi di Perumahan Kerta Petasikan, Denpasar Selatan, Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 16.00 Wita.

Polisi kemudian melakukan pengintaian dan melihat pelaku mengendarai sepeda motor dengan melawan arus menuju sebuah halte bus di Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan, saat itu berusaha kabur dan membuang botol kecil yang dibalut plaster hitam, dimana botol tersebut berisi dalam 5 butir ekstasi warna merah muda.

Selanjutnya polisi melakukan penggeledahan dikontrakannya dan menemukan 281 butir ekstasi dan sabu seberat 106,92 gram beserta dengen alat pembuatan/produksi ekstasi.

“Pengakuan pelaku bahwa dirinya belajar membuat ekstasi dari youtube sedangkan bahan- bahanya didapat dengan membeli secara online dan sudah selama empat bulan pelaku memproduksi ekstasi,” jelas Kapolresta Denpasar.

Pelaku dalam satu minggu dapat memproduksi 100 butir ekstasi yang diedarkan diwilayah Denpasar.

Akibat perbuatannya tersebut, Sam To dijerat pasal 112 ayat (2) dan 113 ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman penjara minimal lima tahun hingga maksimal 20 tahun dan denda 1 milyar sampai 10 milyar.***

Komentar