oleh

PT Kanindo Makmur Jaya Jepara Lebarkan Sayap Ke Desa Pulo Darat

INILAHONLINE.COM, JEPARA

PT Kanindo Makmur Jaya, Penanaman Modal Asing (Korea Selatan), memproduk berbagai jenis tas kualitas (dipasarkan) ekspor dengan jumlah pekerja (dibutuhkan) 10 000 orang; Mendirikan pabrik pertama di Desa Pendosawalan, Mayong, Jepara, Jateng, empat tahun lalu. Tahun ini melebarkan sayap, mendirikan pabrik baru di Desa Pulo Darat, Pecangaan, Jepara.

Kita senang PT Kanindo Makmur Jaya mendirikan pabrik di desa ini. Tapi kita prihatin karena rekrutmen pekerja dikuasai oleh Petinggi/Kepala Desa Pulo Darat, Achmad Burnadi (40 th), kata Nur Hasan (46 th), warga desa setempat yang pengusaha mebel ukir kualitas ekspor pada inilahonline.com yang menemui dirumahnya, hari Selasa siang (25 Juli 2019).

Nur Hasan adalah rival Achmad Burnadi. Sebab di Pemilihan Petinggi/Kepala Desa (Pilpet) serentak 17 Oktober 2019, Nur Hasan mencalonkan diri sebagai kandidat. Dan Achmad Burnadi (incumbent), juga mencalonkan diri. Persaingan keduanya, mulai menghangat. Nur Hasan menuding incumbent telah curi start kampanye dengan hadir disetiap pertemuan RT-RT.

Menurut Nur Hasan, warga desa yang melamar kerja di Kanindo Makmur Jaya, harus lewat Kepala Desa/Petinggi. Surat lamaran harus disahkan, disertai stempel dan tanda tangan Petinggi. Tanpa itu pelamar tak akan diterima lamarannya oleh HRD PT.Kanindo Makmur Jaya. Karena kebijakan Petinggi yang aneh, banyak warga melamar kerja di pabrik ditolak, tandas Nur Hasan.

Fakta tersebut membuat Nur Hasan turun tangan. Dikumpulkan seluruh lamaran yang ditolak PT Kanindo Makmur Jaya. Setelah itu seluruhnya dibawa langsung masuk ke pabrik. Ditemuinya pimpinan pabrik dan diminta tidak melakukan diskriminasi pada pelamar. Mereka yang tak diterima itu kan juga warga Desa Pulo Darat. Jangan diberlakukan macam itu, ujar Nur Hasan.

(Heru Christiyono Amari)

Komentar