oleh

Puluhan Ribu Ha Sawah Legonkulon Terancam Gagal Tanam

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Puluhan ribu hektar areal pesawahan di kecamatan Legonkulon, kabupaten Subang, Prov. Jawa Barat terancam gagal tanam. Masyarakat Petani disana resah dan nyaris putus asa, pasalnya sudah saatnya turun ke sawah untuk bercocok tanam padi, namun air di setiap saluran irigasi masih kering.

Ironis memang, fenomena ini tidak saja menimpa petani di musim gadu tahun saja, namun terjadi nyaris di sepanjang musim tanam gadu. Seiring dengan waktu kejadian itu hingga kini pemerintah belum mampu mencari solusinya. Sementara rencana membangun Bendung Sadwarna yang di gadang-gadang untuk bisa mengairi pesawahan disana entah kapan bisa terwujud.

Atas kejadian itu, Selasa pekan lalu masyarakat petani Legonkulon mengadakan rapat yang dihadiri Camat Legonkulon Drs. Bambang Edi Purwanto, Sekmat Edi Gunaedi, Kapolsek Legonkulon, Iptu Aan Sukana, Danramil dan para kades, berikut masyarakatnya juga turut hadir Asmen Citarum Timur, Wahyu dan Heri turut hadir.

Dalam paparanya, Asmen Heri dan Wahyu mengatakan, bahwa untuk persediaan air dari sumber air mencapai 52,5 meter kubik.
Kec. Binong sampai Legonkulon, debit air yang tersedia 3,7 meter kubik, bahkan sudah mencapai Kec. Tambakdahan air masih tersedia 2,5 meter kubik.

Namun paparannya itu, dibantah keras oleh seluruh warga petani yang hadir, karena pada kenyataanya masyarakat petani Legonkulon, setiap musim kemarau tidak kebagian air.

Seperti yang ditegaskan Kades Tegalurung Lili Suwarli sekaligus selaku Ketua APDESI kabupaten Subang. “Sebenarnya air untuk petani legonkulon itu ada atau tidak ada?,” tanyanya dengan nada tinggi. Tim Asmen Citarum Timur menjawab, akan berusaha mengalirkan air untuk petani Legonkulon pada Hari Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu pada Bulan Juli ini dan untuk kedepannya, Asmen akan membuat Rencana Tata Tanam Golongan (RTTG), apabila petani tidak mematuhi, maka akan kena sanksi. ujarnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya akan meningkatkan debit air yang semula 3,7 meter kubik menjadi 5,2 meter kubik untuk petani Legonkulon.
Sementara, Camat Legonkulon menerangkan kepada awak media, bahwa luas pesawahan petani di wilayahnya mencapai 2.626 Hektar dengan letak titik berjauhan.

(Abdulah)

Komentar