PUSPA Kota Bogor Komitmen Bakal Bantu Wujudkan Kota Ramah Keluarga

Berita, Megapolitan341 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Bogor menggelar seminar di Gedung Wanita Kota Bogor, Rabu (24/04/2019).

Seminar dengan tema ”Meningkatkan Kepedulian Kita Untuk Mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak” dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor Artiana Yanar Anggraini.

Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor Endah Nurochmah Ade Sarip, Wakil Ketua TP. PKK Kota Bogor Yanti Dedie A. Rachim, Ketua PUSPA Kota Bogor Ning Taufik dan narasumber seminar Elly Risman.

Ketua panitia F. E Eriyanto ketika ditemui usai acara menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini adalah bagian dari launching PUSPA Kota Bogor setelah dibentuk kemudian dilantik dan juga untuk memperkenalkan PUSPA Kota Bogor.

“Kami menggelar seminar ini sebagai cara untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Bogor tentang PUSPA,” katanya.

Setelah acara seminar ini kata dia, PUSPA Kota Bogor juga akan berencana akan mengintervensi 40 lebih tempat, namun yang dipilih ada 1 dari 4 lokasi yang sedang di assesment sebagai contoh tempat keluarga.

Sementara itu, Kepala DPMPPA Kota Bogor, Artiana Yanar Anggraini dalam sambutannya mengatakan, seminar ini sebagai salah satu kegiatan mewujudkan Visi Pemerintah Kota Bogor 2019-2024, yakni mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Ramah Bagi Keluarga dan Misi mewujudkan Kota Bogor yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Melalui Visi Misi tersebut tentunya para peserta diharapkan bisa memahami bahwa harus ada pembaharuan terhadap infrastruktur, salah satunya adalah pembenahan penataan taman-taman yang tentunya bisa digunakan untuk kenyamanan keluarga, kemudian infrastruktur yang lainnya adalah bagaimana nanti mewujudkan keluarga yang ramah.

Wakil Ketua TP. PKK Kota Bogor, Yanti Dedie Rachim mengajak semua untuk meningkatkan kepedulian dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Mudah-mudahan hasilnya dapat mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” harapnya.

Menurut data di Kota Bogor kekerasan terhadap perempuan dan anak di tahun 2017 kisaran 30 kasus dan tahun 2018 menjadi 46 kasus. Rata-rata ini masih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dalam menjaga ketahanan keluarga, hal ini juga akan membawa dampak buruk terhadap perkembangan psiko-sosial dari setiap anggota keluarganya.

“Kegiatan hari ini adalah salah satu upaya kita sebagai lembaga atau masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” sebutnya.

Selain itu, juga sambungnya pemerintah tidak tinggal diam untuk mencegah KDRT, namun demikian upaya pemerintah saja belum cukup menekan kasus KDRT perlu dilakukan seluruh lapisan masyarakat, termasuk Tim Penggerak PKK Kota Bogor melalui Sekolah Ibu.

(ian Lukito)

banner 521x10

Komentar