oleh

RAT Ditolak Puskud Jateng Dilanda Masalah, Asetnya Banyak Menguap

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud ) Pangan Jateng mengalami defisit pendapatan dan anggaran serta diterpa berbagai masalah. Dari beberapa aset yang dimilikinya yang semula asetnya jumlahnya mencapai 14 titik kini hanya tinggal 9 titik yang dimilikinya. Padahal asset yang hilang tersebut jumlah nilainya mencapai Miliaran rupiah.

” Dari beberapa aset yang hilang dari pengurus lama itulah, dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) dalam rapat anggota tahunan (RAT) tutup buku yang dilaksanakan akhir tahun 2019 ditolak oleh anggota. Hal itu karena data asset dan laporan keuangan yang tertuang dalam laporan RAT tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan,” ujar Ketua Puskud Jateng Ir Sugiono ketika dikonfirmasi seusai serah terima jabatan pengurus lama kepada pengurus baru di Semarang, Kamis (25/2/2021).

Dijelaskan, seperti dalam laporan tertulis Puskud meraih keuntungan sebesar Rp106 juta. Namun realisasinya justeru mengalami kerugian sekitar Rp 1,9 Miliar. Begitu pula dengan data asset masih banyak yang tidak sesuai, termasuk rencana penjualan asset berupa tanah di Kebumen, sehingga belum ada persetujuan dari anggota. Padahal pengurus lama sudah menerima uang Rp 1 Miliar.

“Ini juga butuh proses kelanjutan jual beli tersebut. Kalau kami batalkan berarti kami yang harus mengembalikan uang muka berikut dendanya.Kalau dilanjutkan kami ( pengurus Puskud baru) belum setuju dengan harga yang disepakati,” katanya.

Karena jual beli tersebut, lanjutnya, sebagian anggota melaporkan pengurus lama ke Polda Jateng yang diteruskan dan ditindaklanjuti oleh Polrestabes Semarang.

” Kami benar- benar dibuat pusing, yang saya mau adalah semua permasalahan dapat diselesaikan secara damai dengan cara kekeluargaan,” tandas Soegiono.

Komentar