oleh

Ratusan Anggota Koperasi SP-SB Di Kota Bogor Gelar Aksi Demo Menuntut Uangnya Dikembalikan

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB) Kota Bogor menggelar aksi demo. Pasalnya mereka para anggota KSP-SB menuntut dananya tidak keluar (cair-red) sama sekali hingga kini merka masih terkatung-katung.

“Kami disini menuntut uang kami, hak kami yang tidak keluar sama sekali dan sudah dua tahun kami menunggu sampai saat ini tidak pernah menerima uangnya  sama sekali,” ujar koordinator akasi, Irwansyah dalam orasinya, Kamis (20/1/2022)

Menurutnya, dana yang ada di KSP-SB itu diperkirakan ada 8,6 Triliyundengan jumlah 54 ribu anggota dan jumlah anggota itu belum termasuk anggota koperasi yang sudah meninggal dan ada yang lagi sakit. Mereka itu cuma di janjikan saja dan uangnya belum ada yang keluar sama sekali. Permintaan anggota koperasi cukup realistis mengingat dana yang mereka simpan ingin terbuka dan kembali layaknya aturan koperasi.  “Kami ingin dana kami kembali dan kami punya empat tuntutan,” kata Irwansyah

Hal senada juga diungkapkan anggota Koperasi lainnya bernama Bob, dirinya mengaku telah menyetorkan dana sebagai simpanan di KSP-SB sebanyak Rp13,5 miliar sejak tahun 2017. Dia menuntut setidaknya ada keterbukaan pengurus mengenai aliran dana simpanan anggota dan mengembalikan sesuai kebutuhan anggota terlebih dahulu.

“Itu ada dana saya, ada dana bapak saya, minimal kembalikan dulu Rp3,5 miliar. Jika uang saya tidak cair dari Koperasi ini, maka saya mau pakai uang siapa untuk membayar uatang? Untuk itu, kami mohon kepada pak Presiden Jokowi tolong bantu kami dan dengarkan jeritan kami untuk mempejuangkan hak kami, kita ini menuntut uang kami dan bukan uang pemerintah,” ucapnya.

Sementara pihak KSP-SB ketika dikonfirmasi wartawan, masih belum memberikan keterangan terakit nasib ratusan anggota koperasi tersebut. Namun berdasarkan putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dalam Pengadilan Niaga, disebutkan bahwa terdapat Rp 8,6 triliun dana simpanan yang belum bisa dibayarkan pengurus kepada 54.000 anggota.

Puluhan ribu dan bahkan ratusan ribu anggota koperasi hingga kini masih menuntut pengembalian dana simpanan mereka. Kamis kemarin, 20 Januari 2022, mereka kembali menyampaikan empat poin tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait mengenai dana simpanan yang sejak tahun 2020 tidak mampu dicairkan pengurus.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Koperasi Bermasalah menyatakan tengah melakukan komunikasi pemeriksaan (entry meeting) dengan KSP-SB. Hal itu diharapkan dapat melancarkan proses pembayaran pengembalian dana anggota dengan tetap berpedoman pada perjanjian perdamaian sebagaimana putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dalam pengadilan niaga yang didukung mekanisme penjualan aset (asset based resolution).

“Tujuan utama entry meeting ini dalam rangka mendampingi KSP-SB untuk melaksanakan putusan PKPU pengadilan niaga agar bisa dilaksanakan sesuai perjanjian perdamaian (homologasi) yang sudah ditetapkan sebagai solusi penyelesaian untuk semua pihak,” kata Ketua Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Agus Santoso, di Bogor, Jawa Barat. 

Menurut Agus, tiga tim yang terlibat dalam satgas penyelesaian dana simpanan koperasi ini ialah Tim Verifikasi Anggota, Tim Appraisal dan Verifikasi Aset, serta Tim Legal. Adapun mengenai empat permintaan ratusan ribu anggota KSP-SB itu, yakni segera ada penyelesaian pengembalian dana simpanan, perwakilan anggota masuk dalam Tim Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Bermasalah, meminta ada audit independen dan penegakan hukum bersama PPATK untuk mengungkap aliran dana simpanan anggota.

“Ada anggota KSP-SB yang total berjumlah 181.000 anggota, belum masuk dalam PKPU,” ungkapnya. (Ian Budi Lukito)

banner 521x10

Komentar