oleh

Rice Truck ACT Sebagai Layanan Pangan Gratis Bagi Keluarga Pra Sejahtera

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Layanan Beras Gratis merupakan sebuah ikhtiar ACT dalam membantu masyarakat terdampak covid 19 terutama mereka yang sebelumnya sudah berada dibawah garis kemiskinan.

Aksi ini dilakukan oleh ACT Jakarta Timur pada Rabu (11/11) di wilayah,Cawang Kramat Jati Jakarta Timur sebanyak 1500 kilogram Beras Wakaf produk dari Global Wakaf- ACT terdistribusi ke 300 kepala keluarga di wilayah setempat. Pendistribusian dilakukan di wilayah Gang Arus Dalam RT.04 dan RT.05 RW.01 serta RT.02 RW.02 dengan armada Rice Truck ACT.

Jika dilihat sekilas pemukiman ini dikelilingi oleh gedung pencakar langit yang sangat mewah tapi jika kita telusuri lebih jauh, ternyata dibalik gedung-gedung tinggi tersebut ada ratusan kepala keluarga yang bertahan hidup di daerah sekitar limbah pembuangan.

Kesenjangan sosial ini menjadi salah satu perhatian pihak ACT terutama di masa pandemi ini, karena mayoritas penduduk yang tinggal di wilayah ini berprofesi sebagai buruh, pedagang kecil dan pekerja harian yang kehilangan pendapatan sejak pandemi covid 19.

Wurriantoro dari Tim Program ACT Jakarta Timur mengatakan, Beras Wakaf yang didistribusikan pada program Operasi Beras Gratis merupakan hasil dari kedermawanan masyarakat yang disalurkan melalui ACT. Warga prasejahtera menjadi target utama sebagai penerima manfaat. “Aksi ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk menanggulangi dampak pandemi,” jelas Wurry, Rabu (11/11/2020).

Selain Operasi Beras Gratis, ACT juga mempunyai program Beras untuk Santri (BERISI) yang menyasar para santri di pesantren prasejahtera sebagai penerima manfaat. Semua aksi itu pun adalah buah dari kedermawanan masyarakat.

“Kesempatan untuk terlibat dalam aksi kebaikan ini terus ACT buka melalui laman jaktim.indonesiadermawan.id sebagai medium sedekah tanpa konfirmasi. Nantinya, dana yang terkumpul akan kami implementasikan untuk aksi kebaikan. Pasalnya, masih banyak saudara kita yang kekurangan hingga hari ini,” ajak Wurry.(CJ/Rahimatul Fikri ACT-JAKTIM)

Komentar