oleh

Sat Narkoba Polres Bogor Berhasil Grebek Pabrik Ekstasi Rumahan dan Amankan 54 Tersangka Jaringan Narkoba

INILAHONLINE.COM, CIBINONG

Polres Bogor melaksanakan kegiatan Konferensi Pers terkait dua kasus yang menonjol di Kabupaten Bogor yakni, pengungkapan tempat produksi (home industri) penghasil ekstasi di Sukahati, Cibinong dan pengungkapan 40 kasus jaringan narkoba dengan total tersangka sebanyak 54 tersangka dalam waktu satu bulan di wilayah Kabupaten Bogor.

Kasatresnarkoba Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi Andri Alam Wijaya mengatakan pabrik ekstasi tersebut berskala rumahan atau home industri. Pabrik ini telah beroperasi selama satu bulan yang bertempat di Sukahati Cibinong Kabupaten Bogor dan tersebar di wilayah Jabodetabek.

“Kami mengungkap tempat produksi atau home industri di mana alat produksinya dibuat dan dipesan dari luar negeri yang dapat menghasilkan narkoba jenis ekstasi,” kata Andri, Jumat (18/7/2019).

Dia mengatakan dalam sehari pabrik ekstasi itu bisa menghasilkan sebanyak 500 butir pil esktasi. Menurutnya, efek yang ditimbulkan lebih berbahaya dibanding jenis lainnya karena mengandung banyak bahan kimia.

“Ekstasi yang diproduksi setelah dilakukan tes lab salah satunya ada kandungan sabu amphetamin metamphetamin, cairan, dan obat warung. Yang menarik kenapa harus menggunakan obat warung karena ini untuk membuat pola barang tersebut padat dan ditambah lagi ada ekstra kopi juga, makanya ini zat kimianya banyak,” ungkap Andri.

Dia mengatakan ekstasi yang diproduksi diedarkan langsung oleh para pelaku kepada pengguna dengan wilayah edar di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Menurutnya, Efek penggunaan dari ekstasi home industri bersifat menghancurkan. Para pelaku membuat barang haram tersebut tidak memiliki keahlian di bidang apoteker, para tersangka belajar dengan cara otodidak.

“Kandungan yang ada dalam ekstasi dapat memicu atau meningkatkan kinerja saraf yang menjadikan efek adiksi atau ketergantungan karena mengandung amphetamine, sifatnya sama seperti sabun namun berbentuk tablet,” jelasnya.

Para pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2 dan 113 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Selain itu, Satresnarkoba Polres Bogor pun berhasil mengungkap 40 kasus dari rangkaian selama kurang lebih 1 bulan (19 Juni-19 Juli 2019) dalam upaya memutus jaringan narkoba yang selama ini menjadi pengedar di wilayah Kabupaten Bogor.

“Total keseluruhan barang bukti narkotika yang disita yaitu jenis sabu sebanyak 132 gram dan jenis ganja sebanyak 8 kg,” ungkap AKP Andri.

Dengan demikian, AKP Andri menambahkan, total keseluruhan kasus ada 40 kasus dengan total tersangka sebanyak 54 tersangka. “Tersangka dan barang bukti diamankan di Sat Narkoba Polres Bogor guna proses lidik dan sidik tuntas,” imbuhnya.

Terhadap para 54 tersangka kasus narkoba lainnya dikenakan pasal pengedar pasal 114 , 112 (1)(2), 111 (1) (2), UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara 5 tahun maksimal 15 atau penjara seumur hidup dan pidana denda minimal Rp. 1.000.000.000,- maksimal Rp. 10.000.000.000,-

(Basir)

Komentar