oleh

Satu Abad BBIA Berkarya, Tonggak Penerapan Industri Agro Berbasis 4.0

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Di usianya satu abad lebih berkiprah, Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar acara bertemakan “Satu Abad BBIA Berkarya” Sebagai Tonggak Penerapan Industri Agro Berbasis 4.0 di Laboratorium Proses BBIA, jalan Kapten Yusuf, Komplek Perumahan BBIA, Cikaret, Kota Bogor, Kamis (05/09/2019).

Adapun agenda utamanya acara tersebut adalah launching Mocaf 4.0, launching Buku : “Satu Abad BBIA Berkarya”, Peresmian Gedung Pengembangan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi serta Seruni Lounge, Peresmian Logo BBIA, Penandatanganan MoU, Site visit Lini proses Mocaf 4.0, Pameran Poster & Produk Pangan, Pemberian Penghargaan Pelanggan dan Pitching day (Kit Alergen, Modified Cassava Flour, Desiccated Coconut, Virgin Coconut Oil, Rekayasa Penggorengan Double Layer, Jasa Pelayanan Teknis BBIA).

Kepala BBIA Bogor, Siti Rohmah Siregar dalam sambutannya mengatakan, tujuan acara ini untuk mendekatkan dunia penelitian dan pengembangan tingkat industri, sehingga hasil-hasil kegiatan litbang yang telah dilakukan BBIA bisa disertifikasikan dengan baik dan selanjutnya dapat dikomersialisasikan ke tingkat industri.

Dia menjelaskan, Mocaf 4.0 merupakan percontohan mesin proses produksi Mocaf yang menerapkan teknologi berbasis 4.0.

“Kini produksi Mocaf mengikuti operasional mesin peralatan kendali atau mesin yang berintegrasi pemanfaatan kendali jarak jauh sehingga pelaporannya secara real time,” katanya.

Selain itu, BBIA juga telah mengembangkan sarana dan prasarana dalam rangka mengembangkan kompetensi untuk mengemban fasilitas pelayanan publik, yaitu pengembangan Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi, launching buku : “Satu Abad BBIA Berkarya” menandakan perjalanan BBIA di mulai dari awal cikal bakal berdirinya tahun 1909 sampai dengan tahun 2019 atau memasuki usia yang ke 110 tahun.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara menuturkan, di BBIA saat ini banyak anak muda yang multi talent dan banyak juga hasil litbangnya yang bisa dipatenkan dan unik, seperti rekayasa penggorengan double layer atau alat untuk menggoreng tanpa ada cipratan minyak. “Artinya disini banyak talent yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Ia menerangkan, ada 5 sektor di era 4.0 yang terus berkembang, salah satunya adalah makanan. BPPI saat ini mengembangkan pengolahan Mocaf berbasis 4.0 yang bertujuan untuk memberikan dorongan kepada para pelaku industri kecil. “Sebab, kalau tidak mereka akan tertinggal. Semuanya ini untuk meningkatkan produktivitas,” tuturnya.

Ia juga merasa terkesan atas inovasi BBIA Bogor yang bisa menyulap alang-alang dan lain sebagainya menjadi ruang pertemuan seperti ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah menyukseskan acara ini,” ujarnya.

(Periksa Ginting)

Komentar