Sebanyak 50.000 Santri Bakal Ikuti Apel Akbar Santri Nasional 2018 di Kota Solo

Jawa Tengah746 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SOLO

Sebanyak 50.000 santri dari seluruh Indonesia dipastikan bakal hadir mengikuti Apel Akbar Santri Nasional 2018, yang digelar di Benteng Vastenburg Surakarta pada 20 Oktober 201

Acara dengan tema “Santri Mandiri Indonesia Hebat” itu dijadwalkan akan dibuka Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan digelar dalam rangkaian Liga Santri 2018.

Ketua Pimpinan Pusat Rabitah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Abdul Ghofarrozin mengatakan acara tersebut juga untuk menegaskan kembali komitmen santri terhadap NKRI. Santri memiliki komitmen kebangsaan untuk menjaga NKRI dari ancaman orang-orang tidak bertanggungjawab.

Ulama dan santri, lanjutnya, menjadi penggerak persatuan nasional, menjaga Pancasila dan perbedaan. Ini sudah ada sejak jaman dahulu.

”Ini adalah acara hari santri Nasional, megingat sekarang ini masuk masa tahun politik maka saya harus menegaskan lagi bahwasanya kegiatan yang berlangsung bukan kampanye. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk bersama- sama menjaga acara ini sebagai hari Santri Nasional,” ujarnya, Kamis (18/10/2018).

Abdul Ghofarrozin yang akrab disapa Gus Rozin dengan didampingi Ketua Panitia Apel Akbar Santri Nasional Habib Soleh menuturkan Apel Akbar Santri diselenggarakan RMI NU yang merupakan asosiasi pondok pesantren se- Indonesia dibawah naungan NU. Penyelenggaraan kegiatan, sebagai wujud untuk merayakan hari Santri yang tahun ini memasuki tahun keempat .

Hari Santri Nasional ditetapkan 22 Oktober 2015. Kegiatan yang digelar sekaligus untuk mengonsolidasikan para santri agar memiliki rasa kebersamaan, menguatkan kembali rasa kebersamaan untuk meneguhkan dan bersama -sama menjaga NKRI.

Acara apel akan dihadiri santri dari Pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta perwakilan santri dari seluruh Nusantara serta pada kesempatan sama akan disampaikan ikrar berupa tekad santri untuk menjaga NKRI.

Kehadiran Presiden Joko Widodo memimpin Apel Santri Nasional adalah sebagai kepala negara. Kenapa harus dipimpin presiden, karena dari sisi sejarah Presiden Jokowi yang menetapkan hari santri nasional pada 2015.

Selain itu, dia menambahkan Presiden sebagai simbol negara dan pesantren menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Dalam konteks mengembangkan pesantren, negara harus hadir secara riil juga hadir secara politik.

Beberapa waktu lalu pesantren sempat tidak diperhatikan negara dan inilah saatnya pesantren dibakukan menjadi partner dalam membangun karakter bangsa, sehingga kehadiran Presiden sebagai simbol negara sangat penting untuk menerima ikrar.

”Presiden Jokowi kami undang sebagai kepala negara bukan sebagai capres. Karena itu kami menghimbau kepada masyarakat Solo untuk bersama-sama menjaga acara ini. Kami juga memohon tidak ada atribut partai, atribut kampanye beredar diseputar area guna menghormati aturan pemilu yang sudah disepakati,”tuturnya seperti dikutif Semarangpedia.com.

Penyelenggaraan Apel Akbar Santri Nasional sudah tertuda dua kali dari rencana semula. Sebelumnya kegiatan itu akan digelar pada 7 Oktober, kemudian mundur 13 Oktober dan akhirnya disepakati 20 Oktober. Begitu juga dari sisi lokasi diputuskan digelar di Benteng Vastenburg dari rencana semula di Stadion Sriwedari.

Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara Habib Soleh mengatakan dalam penyelenggaraan apel akbar juga digelar sejumlah sajian, di antaranya penampilan dari Menara band, Solo Batik Carnaval (SBC) dan juga ikrar santri, terangnya seraya menambahkan april yang datang ke Solo akan diangkut dengan sekitar 1.000 unit bus.

Dia menuturkan kegiatan akbar tersebut juga akan diisi dengan Pesantren Expo yang menjajakan berbagai produk unggulan santri. Expo akan diikuti oleh 100 peserta dari 60 pesantren dan 40 kemitraan. Panitia juga akan menghadirkan grup shalawat milenial, grup musik Debu, Wali dan Gigi.

“Kegiatan itu ditutup dengan doa dan istighosah kyai seluruh Indonesia untuk keselamatan dan kedamaian,”ujarnya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar