
INILAHONLINE.COM, MALAYSIA – Seorang staf khusus (Stafsus) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Legiun Veteran Republik Indonesia menceritakan kegiatan ziarah ke Malaysia yang dialakuan oleh Sekretaris Jenderal DPP LVRI, Lasdya TNI (Purn.) Djoko Sumaryono mewakili Ketua Umum untuk berziarah ke makam Tuanku Tambusai di Seremban Senin (16/25/2025).
Kunjungan itu bukan sekadar seremoni, melainkan bukti bahwa bangsa ini tidak melupakan para pahlawan yang telah berjuang dengan jiwa dan raga. Di tengah arus zaman yang makin cepat, kita diajak untuk menoleh sejenak, merenung, dan bertanya: apa yang sudah kita lakukan untuk meneruskan perjuangan mereka?
Di sebuah negeri seberang, di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, berdiri tenang sebuah makam yang menyimpan jejak perjuangan seorang putra bangsa: Tuanku Tambusai. Meski raganya bersemayam di tanah asing, semangat perjuangannya tak pernah jauh dari bumi pertiwi. Pada 12 November 1882, beliau menghembuskan napas terakhirnya, namun semangatnya tetap hidup dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia.
Tuanku Tambusai adalah tokoh utama dalam Perang Padri (1821–1837), sebuah perjuangan yang awalnya bermula dari konflik internal antara kaum adat dan kaum ulama di Minangkabau, namun kemudian berkembang menjadi perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Dikenal sebagai pemimpin yang cerdas, tegas, dan religius, Tuanku Tambusai tidak hanya berdiri sebagai pemimpin militer, tetapi juga sebagai panutan moral di tengah masyarakat.

Setelah wilayah perjuangannya di Riau dan Sumatra Barat jatuh ke tangan Belanda, Tuanku Tambusai tidak menyerah. Ia menyeberang ke Negeri Sembilan, tanah Melayu yang memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat Riau. Di sana, ia melanjutkan kiprahnya sebagai ulama dan pejuang hingga akhir hayatnya. Kehadirannya di Seremban bukanlah pelarian, melainkan bentuk perlawanan dalam bentuk lain—perjuangan melalui dakwah, pendidikan, dan nilai-nilai kebaikan.
Pada 10 November 1995, Pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Tuanku Tambusai. Gelar itu bukan sekadar pengakuan atas perjuangannya di medan tempur, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang ia tanamkan: keberanian, keteguhan hati, dan kecintaan terhadap bangsa.
Tuanku Tambusai mungkin telah tiada, tapi kisahnya terus hidup. Ia adalah simbol bahwa semangat kebangsaan tak mengenal batas negara. Bahwa perjuangan tidak harus selalu dengan senjata, tetapi juga melalui ilmu, keteladanan, dan cinta pada tanah air.
Kehadiran Sekjen di Seremban Malaysia dalam rangka memenuhi undangan HUT Veteran Malaysia ke 103 di Seremban Malaysia. Ikut menyambut kedatangan dalam acara itu diantaranya Mayjen Samaon, Dirjen Veteran Kemhan Malaysia, Kasal Malaysia, Menteri Besar Seremban Malaysia. (Sudadi, Stafsus DPP LVRI)


























































Komentar