oleh

Semarak dan Ragam Pasar Tradisional 2018, Fx. Hadi : Pemkot Solo Bakal Terapkan E-Retribusi di Pasar

INILAHONLINE.COM, SOLO

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghadirkan Semarak dan Ragam Pasar Tradisional, bertempat di halaman Benteng Vastenburg Surakarta, Jawa Tengah. Acara tersebut digelar selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (15-17/11/2018).

Walikota Surakarta Fx. Hadi Rudyatmo mengatakan pasar tradisional merupakan pusat kebudayaan, dimana segala macam ekspresi perilaku dan nilai yang melekat dalam masyarakat terekspresikan didalamnya. Menjadikan pasar tradisional sebagai tempat aktivitas perekonomian wong cilik dan menjadi akulturasi budaya sekaligus untuk melestarikan semangat dan budaya gotong royong, budaya memiliki, budaya merawat, budaya menjaga dan mengamankan Kota Solo dan isinya.

“Untuk itu dengan adanya event semarak perdagangan dan ragam pasar tradisional 2018 hari ini, masyarakat dapat semakin tertarik untuk belanja dipasar tradisional,” kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo pada pembukaan Semarak Pasar Tradisional di Halaman Benteng Vastenburg Solo, Kamis (15/11/2018).

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Surakarta akan menerapkan elektronik retribusi (e-retribusi) di seluruh pasar tradisional di Kota Solo untuk menjaga transparansi anggaran.

“Jadi nanti pedagang tahu dia sudah berkontribusi berapa kepada daerah dan uangnya sudah digunakan untuk apa saja,” katanya.

Ia menegaskan dengan begitu pedagang tidak semena-mena ketika menuntut fasilitas, di sisi lain pedagang atau pelaku usaha yang kontribusinya besar juga tahu uang retribusi yang dibayarkannya dimanfaatkan untuk apa saja.

“Misalnya untuk membangun rumah sakit, jalan, atau saluran air. Mereka tahu semuanya,” katanya.

Saat ini, menurut Fx. Hadi, e-retribusi tersebut sudah diterapkan di 14 pasar tradisional. Dalam waktu dekat ini harapannya 44 pasar tradisional di Kota Solo juga akan menikmati fasilitas serupa.

Mengenai sumbangan retribusi dari pasar tradisional yang masuk ke kas daerah, dikatakannya, sebesar Rp23 miliar/tahun.

“Meski demikian, untuk operasionalnya Pemkot Surakarta mengalokasikan anggaran lebih besar, yaitu Rp46 miliar. Tetapi di sini kami tetap mempertahankan keberadaan pasar tradisional karena sisi sosialnya lebih besar,” ujarnya.

Adapun 250 Stand dagang yang mengikuti acara tersebut meliputi, 50 stand Pasar Tradisional, 30 stand UMKM kota Surakarta, 10 stand BUMN, 90 stand Kuliner, 20 Stand Otomotif, Multiproduk dan Sponsorship.

(Red/Ant)

Komentar