oleh

SMPN 5 Kota Bogor Optimistis di Ajang LSS Tingkat Nasional

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Lomba Sekolah Sehat (LSS) Berkarakter tingkat nasional memasuki tahap pemeriksaan kembali atau rechecking. Ada 94 sekolah dari 24 Provinsi yang lolos di tingkat ini, terdiri dari 21 Taman Kanak-kanak (TK), 24 Sekolah Dasar (SD), 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 24 Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dari kota hujan, SMP Negeri 5 Kota Bogor terpilih mewakili Provinsi Jawa Barat di ajang nasional tersebut. Kedatangan tim Rechecking LSS Berkarakter tingkat Nasional 2019 yang dipimpin oleh Agus Suharyanto ke SMPN 5 Kota Bogor diterima langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, jajaran OPD hingga para murid. Rabu (02/10/2019)

“Hari ini kami mendapatkan tugas untuk melakukan verifikasi terkait Lomba Sekolah Sehat Berkarakter tingkat Nasional. Tahapan ini untuk menyesuaikan antara data yang sudah kami terima sebelumnya dari tim penilai dengan fakta yang ada di lapangan. Banyak yang sudah kami dapat, baik berupa foto, informasi hingga data terkait SMPN 5 Kota Bogor,” ungkap Agus.

Agus mengaku kagum dengan apa yang telah SMP Negeri 5 Kota Bogor lakukan. Inovasi-inovasi program yang digalakkan kepada murid, menurut Agus, sangat luar biasa. “Kami sangat kagum atas inovasi-inovasi di sini. Terima kasih kepada bapak wali kota dan jajarannya sudah mendukung yang sangat luar biasa lewat inovasi program UKS,” ujarnya.

Program UKS sendiri tertuang dalam SKB 4 Menteri (Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama serta Kementerian Dalam Negeri).

Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pihaknya ingin mewujudkan Kota Bogor menjadi kota yang berkarakter. “Ketika orang masuk ke kota ini merasakan yang berbeda dibanding masuk ke kota-kota lain. Identitasnya terlihat, auranya terasa, perilaku warganya berbeda. Akan tetapi, membangun kota yg berkarakter tidak mungkin tanpa kita membangun karakter warga. Membangun karakter warga juga tidak mungkin tanpa kita fokus membangun karakter para pelajar dan siswa,” ujar Bima.

Bima menambahkan, lembaga pendidikan adalah target utama dalam membangun karakter warga. Menurutnya, anak-anak jadi sadar bahwa apa yang dilakukan akan berdampak kepada mereka pada masa yang akan datang.

“Tadi melihat suasana di lapangan sekolah ini adalah sebagai identitas yang mengajarkan bahwa anak-anak peduli kepada kebersihan dan kesehatan. SMP 5 adalah salah satu benchmarking di Kota Bogor, SMP 5 adalah sekolah di mana praktek-praktek yang mendekatkan harapan kita menjadikan Kota Bogor menjadi kota dan warga yg berkarakter itu didekatkan,” jelasnya.

Menurutnya, di SMP 5 banyak sekali kreasi-kreasi dari sekolah juga dimotori oleh siswa. Para siswa bergerak dan melakukan hal-hal yang bisa dijadikan contoh kepada lingkungannya, mulai dari pengelolaan sampah dan lain sebagainya.

Sebut saja program Gebu Sadasa (Gerakan Budaya Santun dalam Berbahasa), Sehat Santik (Setiap Hari Tanpa Sampah dan Plastik), Cermin (Cek Rutin Mandiri Kesehatanku), Gemes (Gerakan Membersihkan Sekolah), Segar (Senam Bugar), Pointer (Pojok Inovasi Anak Pinter) hingga Markisa (Mari Kita Sarapan).

“Mudah-mudahan sekolah ini ada nilainya di mata tim penilai dan Insya Allah kita sudah melakukan yang terbaik. We do the best and let god do the rest,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengaku optimistis terhadap apa yang sudah dilakukan SMPN 5 Kota Bogor terhadap hasil penilaian tim dari pusat. “Kami optimistis dalam LSS tingkat nasional ini, Insya Allah Kota Bogor akan meraih kembali juara satu. Tahun sebelumnya SMP 5 harus puas di posisi kedua se-Jawa Barat. Tahun ini naik menjadi juara pertama di Jawa Barat dan mewakili Jawa Barat ditingkat nasional. Semoga hasilnya juga maksimal,” ujar Fahrudin.

Menurutnya program ini selain memasyarakatkan kegiatan UKS di semua sekolah, juga membangun karakter, mewujudkan sekolah sehat di seluruh sekolah yang ada di Kota Bogor. “Tahun ini sinerginya makin kental dan kuat. Kita bisa lihat semua OPD terlibat. Tidak hanya Disdik, ada juga Dishub, Camat, Lurah, Dinkes, Bappeda, Satpol PP dan lain sebagainya.

Seperti yang disampaikan pak wali yang ingin membangun Bogor kota yang berkarakter. Nuansa itu dirasa ketika orang masuk ke kota bogor, itu kita coba wujudkan tentunya melalui sekolah yang paling mudah. Lewat UKS ini supaya anak-anak hidupnya berkakater sehat dan menjadi generasi ceradas,” pungkasnya.

(Periksa Ginting)

Komentar