oleh

2.972 Anggota Pramuka Kota Bogor Ikuti Jambore

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Pembukaan Jambore ke-6 Cabang Kota Bogor di Kampus Boash, Jalan Atang Senjaya, Kabupaten Bogor, Rabu (2/10/2019) berlangsung meriah. Diikuti 2.972 peserta, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan diisi dengan beragam penampilan seni dari anggota Pramuka.

Dalam sambutannya Bima Arya mengutarakan puja puji bagi para anggota Pramuka yang memiliki jiwa tangguh, kreatif hingga kepekaan sosial yang tinggi.

“Pramuka itu kegiatan luar biasa karena Pramuka mencintai alam sehingga anak-anak Pramuka bisa lebih tangguh, tahan banting dari anak yang tidak ikut Pramuka. Pramuka juga memiliki jiwa sosial yang tinggi yang membuat anak-anak Pramuka senang berkumpul, bersahabat, membangun kerja tim, membuat pasukan. Dan Pramuka juga terbukti terampil dan kreatif,” ungkap Bima Arya.

Ia berharap, Jambore ini sebagai ajang pembuktian, penguatan dan pengasahan jiwa cinta alam, jiwa sosial dan jiwa kreasi inovasi. “Jangan buang waktu untuk hal-hal yang tidak penting karena mungkin Pramuka ini akan mengubah jalan hidup kalian,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Jambore ini merupakan pesta penggalang setiap lima tahun sekali. Pada jambore ini sekaligus menjadi wadah evaluasi Kwarcab terhadap pembinaan Pramuka di gugus depan.

“Mana saja sekolah yang aktif dan sekolah tidak aktif di kepramukaan. Karena Pramuka ini sifatnya wajib dan tercantum dalam UUD sama halnya dengan pendidikan. Kami berharap Jambore ini bisa jadi sinergi dalam mewujudkan mimpi Kota Bogor melahirkan generasi yang sehat dan cerdas lewat Pramuka sesuai dengan dasa Dharma Pramuka, yakni suci pikiran, perbuatan, perkataan,” ujar Ade Sarip.

Sementara itu, Ketua Panitia Jambore Hanifah menjelaskan, konsep Jambore tahun ini berbeda karena tidak ada lomba sama sekali. Sebaliknya, Jambore ini murni pesta anak Pramuka Penggalang. Pada Pesta Pramuka ini akan dibentuk seperti Pemerintahan. Ada Gubernur, Walikota, Camat, Lurah dan lainnya. Konsep ini kemudian dibagi dalam dua kegiatan umum dan khusus.

“Kegiatan Umum itu, Upacara Bendera dan ada perkenalan Saka. Kegiatan Khusus itu kegiatan life skill seperti memanah, berkuda, belajar sablon, memilah sampah dan peserta diwajibkan membawa tumblr,” pungkasnya.

(ian Lukito)

Komentar