STIKOM Semarang Realisasikan Kerjasama Dengan LPP TVRI, RRI Dan LKBN Antara

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang merealisasikan kerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Jateng, RRI Semarang dan Kantor Berita Antara Biro Jawa Tengah, serta Klinik Esensia Semarang, untuk pengembangan kualitas di bidang jurnalisme bagi mahasiswa perguruan swasta itu.

Realisasi kerja sama dituangkan dalam penandantanganan MoU yang dilaksanakan di Aula Kampus Stikom Semarang Jl Woltermonginsidi 119 Pedurungan Semarang antara Ketua Stikom Drs Gunawan Witjaksana M Si dengan Drs Achmad Zaenal M selaku Kepala Perum LKBN Antara Biro Jawa Tengah, Kepala TVRI Semarang I Ketut Leneng SH , Kepala RRI Semarang Drs Anhar Achmad SH dan Direktur Klinik Esensia Semarang dr Yanuar Ardani M Kes, Rabu (29/8).

Ketua Stikom Gunawan Witjaksana mengatakan pentingnya menggandeng pemangku kepentingan Stikom seperti Antara, RRI, dan TVRI yang sudah berpengalaman dalam dunia jurnalisme, sehingga diharapkan kualiatas mahasiswa semakin meningkat.

Menurutnya, kerja sama pengembangan bidang jurnalistik tidak akan berhenti, namun terus berkelanjutan hingga peningkatan pendidikan jurnalistik juga semakin meningkat, tidak hanya jusnalistik media cetak televisi, radio, namun juga menuju ke era digital terutama media online.

“Dengan kerja sama itu, diharapkan ke depan mahasiswa lulusan STIKOM Semarang benar-benar siap pakai di dunia kerja pada era digital saat ini,” ujarnya.

Lulusan Stikom yang merupakan kelanjutan Akademi Publistik Pembangunan Dipanegara (APPD) yang lahir 1969 hingga saat ini sudah tersebar di berbagai perusahaan media, pemerintah dan lainnya dengan memegang posisi penting.

“Itu membuktikan bahwa lulusan Stikom memang siap pakai dan saat ini semakion tingkatkan sesuai era perkembangan teknologi,” tutur Gunawan.

Dia menuturkan untuk semakin mematangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi kalangan mahasiswa, selain kerja sama diperluas juga fasilitas laboratorium kini sudah memadai hingga diharapkan untuk mendorong aktivitas praktek mahasiswa sudah ada kendala yang berarti.

“Perkembangan industri media belakangan ini tidak dapat dipungkiri begitu cepat dan sangat membutuhkan banyak SDM di bidang manajerial pemberitaan yang siap pakai dan siap latih, sehingga STIKOM Semarang siap mengantisipasi kondisi itu,” ujar Gunawan.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari hasil lokakarya penyempurnaan kurikulum yang dilaksanakan tahun lalu. Selain dengan ketiga lembaga media massa tersebut, sebelumnya STIKOM Semarang juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa media lain.

Dengan banyaknya media, dia menambahkan yang menjadi mitra, maka akan semakin menambah bobot atau kualitas materi jurnalisme yang diajarkan. Di kampus perguruan tinggi ilmu komunikasi tertua di Jateng, mata kuliah jurnalisme mulai dari cetak, elektronik, online dan penyiaran dipadukan dengan kegiatan praktikum yang didukung sarana laboraturium media terintegrasi yang sangat memadai.

Laboraturium penyiaran (radio dan TV), cetak dan online tidak hanya difungsikan pada saat mahasiswa mengikuti kuliah jurnalisme, tetapi juga difungsikan untuk mendukung kegiatan UKM Lembaga Pers Kampus yang menerbitkan media cetak majalah Benteng Kampus (BK) dan BK online dan sejak akhir tahun lalu diintegrasikan dalam web Kampusnesia.com.

Sementara itu, Kepala Perum LKBN Antara Biro Jateng Achmad Zaenal M mengatakan dunia jurnalisme di masa mendatang menuntut wartawan memiliki kemampuan plus, bukan hanya menulis, melainkan juga mampu mencvipatakan hasil foto dan video yang berkualitas.

Di era digital, lanjutnya, kemampuan seorang jurnalis sangat berat, mengingat hasil karyanya harus memenuhi kebutuhan berbagai media dan ke depan sudah bisa memenuhi kebutuhan SDM multi media yang semakin banyak tantangannnya.

Kerja sama dengan Stikom, dia menambahkan tidak berhenti setelah penandatanganan naskah, namun akan berkelanjutan dengan realisasinya lebih konkret yang menguntungkan kedua pihak. (Suparman)

banner 521x10

Komentar