oleh

Suka Duka Zuster Chitya Menjadi Pimpinan Panti Asuhan Pangrekso Dalem

INILAHONLINE.COM, TEMANGGUNG

Suka duka dialami Zuster Chitya, Pimpinan Panti Asuhan (PA) Pangrekso Dalem (PD), Temanggung, Jawa Tengah. Tak hanya harus melayani/merawat anak-anak penghuni PA dengan sabar/telaten. Bahkan harus menerima bogem mentah, dijotos oleh salah satu orang tua penghuni PA.

Dalam paparannya dihadapan sejumlah orang tua dari anak-anak penghuni panti asuhan, akhir Juni lalu. Zuster asal Jawa Timur ini menceritakan suka duka mengasuh PAPD yang mulai didirikan di Semarang tahun 1933. “Banyaklah pengalaman manis dan getir, namun itu semua sudah menjadi tugas kita,” ujar Zuster Chitya.

PAPD “Betlehem” kini menampung sekitar 50 orang anak putra-putri berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Usia anak bervariasi, dari yang kecil 4 tahun hingga yang besar usia SMK.

Sekelumit riwayatnya, setelah didirikan oleh Romo asal Jerman di Paroki “Gedangan” Semarang (1933). Muncul ide memindahkan PA kedaerah lain yang lebih sejuk. Sebab Semarang saat itu mulai panas dan berdebu. Anak-anak penghuni PA, banyak yang jatuh sakit. Lalu diputuskan memindahkan PA ke Temanggung tahun 1968 hingga sekarang.

Saat itu belum ada peralatan modern seperti sekarang. Para Zuster bergotong royong menimba air dan mencuci baju anak-anak penghuni PA dengan tangan manual. Zuster Chitya yang kini membawahi beberapa Zuster di PAPD Temanggung. Meski tugas Zuster berat seperti di tahun 1968, tapi semua diemban demi kemanusiaan.

Zuster Chitya mengakui, meski dirinya dan para Zuster dan assisten lain berusaha keras menunaikan tugasnya dengan baik, namun ada juga kelemahannya yang membuat orang tua anak penghuni PA kecewa. “Saking kecewanya, saya dihadiahi jotosan. Ya biarlah, itu bagian dari resiko tugas,” ucapnya dengan senyum ramah.

(Heru Christiyono Amari)

Komentar