oleh

Tim “NU Peduli” Kabupaten Bogor Masih Menemukan Warga Yang Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah Disaat Pandemi Covid-19

INILAHONLINE.COM, CIJEURUK

Tim Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Kabupaten Bogor terus bergerak menyisir ke sejumlah perkampngan dan menemukan masih banyak warga yang belum tersentuh sama sekali Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun bantuan lainnya dari Presiden, Pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bogor.

Salah satu Pengurus “NU Peduli” Kabupaten Bogor, Jaja Sujai menuturkan, timnya terus bergerak dengan menyisir ke sejumlah perkampungan untuk melihat dari dekat atau dan secara langsung kehidupan warga, salah satunya di perkampungan RT.05/01 Desa Cipicung Kecamatan Cijeruk kabupaten Bogor, dimana dirinya melihat betapa ironisnya ketika ada sebuah kampung yang belum pernah sekalipun tersentuh dengan bantuan dari pemerintah disaat pandemi corona ini.

“Awalnya, kami melakukan sekedar keluar rumah dengan melakukan perjalanan ke sejumlah perkampungan untuk melepas kepenatan dan kejenuhan selama hampir dua bulan yang harus tetap tinggal di dalam rumah, karena adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan bekerja daeri rumah (work from home), namun saat kami melintasi disebuah perkampungan, kami merasa terperanjat atas keluhan warga disana yang belum pernah tersentuh bantuan sosial,” kata Sujai.

Kata jaja Suhai yang biasa akrab dipanggil Kang Jae, dirinya merasakan ada hal yang miris ketika dirinya melintas dan berhenti di kampung tersebut, ada sseoarang warga kampung seorang wanita beranak 3 bernama Leni (30) , bahwa selama bertahun-tahun masyarakat di kampungnya selama ini belum pernah sekalipun merasakan bantuan sosial dari pemerintah.

“Mirisnya, karena menurut pengakuannya, sudah beberapa hari mereka hanya makan tembleg yaitu, penganan dari adonan terigu yang di beri sedikit gula pasir dan di goreng, untuk mengganjal rasa lapar yang ia rasakan berasama ketiga anaknya, karena tidak memiliki sembako,” kata Jae menirukan cerita Leni kepadanya.

 

Warga diperkampungan ini, meraka tidak mempunya beras, lauk pauk dan lainnya dikarenakan tidak memiliki uang utnuk membelinya, karena belum ada kiriman uang dari suaminya yang sehari-hari sebagai pekerja bangunan di Jakarta, sejak pemberlakuan PSBB suaminya itu tidak pulang ke Cipicung Cijeruk akibat adanya PSBB, sehingga tidak ada biaya dan trasport untuk pulang ke kampungnya.

Menurut Leni dengan sambil menggendong anaknya menuturkan, dirinya hingga saati ini selama ada larangan mudik dan PSBB, suaminya tidak pernah lagi pulang ke kampungnya, dikarenakan suaminya tidak memiliki alat komunikasi (handphone-red) untuk berkomuniaksi dengan anak dan istrinya di kampung Cipicung Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.

“Saya sebagai istri berusaha sekuat tenaga agar bisa mendapatkan bahan makanan, kadang kami di beri singkong atau umbi dari tetangga untk kami makan. Yang penting perut kami terisi,” ujarnya lirih.

Atas kondisi kehidupan warga di perkampungan tersebut, kang Jae sontak menelepon tim NU Peduli, agar supaya segera di antarkan bingkisan paket sembako yang memang selalu menyediakan Paket Sembako untuk diberikan kepada warga yang membutuhkannya.

Ditempat terpisah, dengan adanya kondisi yang dialami dan dirasakan oleh warga yang berhari-hari bertahan hidup tanpa adanya bantuan sembako tersebut, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bogor H. Amirullah mengatakan, terkiat dengan Hibah Bantuan Sosial (Banso) pemerintah yang diperuntukan bagi warga yang terdampak Covid-19 ini, tidak semuanya akan tersentuh mendapat bantuan, dikarenakan aparat desa setempat diduga melakukan pendataan dengan cara tebang pilih atau pilih kasih serta terkesan KKN (Kolusi, Korupsi, Nepotisme).

“Sebaiknya para petugas dalam mendata penerima bantuan tersebut harus bekerjasama dengan Para RT dan RW, karena merekalah yang tahu persis keadaan warganya dan saat ini masih adanya data yang belum terverifikasi, sehingga banyak warga yang tidak menerima bantuan sembako untuk bertahan hidup ditengah pandemi corona ini, “ ujarnya.

Selain itu Amirullah juga berjanji berusaha untuk memberikan bantuan kepada warga masyrakat yang sampai saat ini nelum pernah mendapat bantuan dari pemerintah sisaat pandemi Covid-19 ini mewabah, sehingga kehidupan ekonomi mereka sangat memprihatinkan dalam mempertahankan hidupnya sehari-hari untuk keluarganya. “Insyaallah dalam waktu dekat ini, kami dan Tim akan bersilaturahmi ke rumah-rumah waraga yang kondisinya memprihatinkan dan perlu mendapat bantuan,” imbuhnya.

(CJ/Amir)

Komentar