oleh

Tingkat Kecelakaan Laka Lantas Di Jawa Tengah Alami Penurunan Dibanding Tahun Lalu

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polda Jateng selama dilakukan Operasi Ramadniya 2017, mengalami penurunan dibandingkan dengan operasi tahun 2016 lalu. Operasi yang digelar sejak 12 Juni dan bertarkhir pada 4 uli 2017 ini, jumlah kejadian mencapai 292 kecelakaan lalu lintas. Sedangkan korban meninggal dunia mencapai 17 orang.

”Jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, kasus kecelakaan yang terjadi mengalami penurunan, baik jumlah kejadian maupun korban. Meski jumlah laka lantas tahun 2016 sekitar 457 kejadian, dengan korban meninggal dunia 26 orang. Jadi sampai sejauh ini jumlah kasus atau kejadian mengalami penurunan dibandingkan dengan operasi 2016 lalu,”ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova di Semarang,kemarin.

Sementara Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan, jumlah lakalantas di wilayah hukum Kota Semarang juga mengalami penurunan.Hal itu terbukti tidak ada kejadian yang menonjol yang terkait dengan kecelakaan lalu lintas. “”Tidak ada kejadian menonjol, hanya anev belum keluar, sehingga secara detail tidak ada. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu angka kecelakaan menururn,”paparnya.

Suwarna menambahkan, selama lebaran lalau lintas jalan raya tidak terjadi adanya kemacetan yang menonjol, seperti pada tahun lalu. Namun setelah adanya jalur tol fungsional yang berada di Grinsing Batang menuju Brebes dibuka, maka antrian panjang tidak begitu memprihatinkan.

”Dari hasil evaluasi kelancaran lalu lintas dari Semarang menuju arah barat, meski sempat terjadi kemacetan dari arah Semarang menuju Kendal,setidaknya setelah jalur tol darurat Grinsing Batang dibuka menuju Brebes arus lalin akhirnya menjadi lebih lancar,”ujarnya.

Dalam arus mudik dan balik supaya tidak terjadi kemacetan, kata Suwarna Polrestabes Semarang, melakukan persiapan lebih matang. Upaya itu dilakukan bila terjadi kemacetan maka contra flow dilaksanakan, sehingga tidak sampai terjadi kemacaten.

”Dalam mengatur arus lalu lintas petugas di lapangan harus melakukan rekayasa, yaitu arus jalan yang sepi dimanfaatkan untuk satu lajur saja, yang padat digunakan tiga lajur. Seperti saat arus mudik dari arah barat ke timur digunakan tiga lajur. Sebaliknya, kalau arus balik dari timur ke barat juga digunakan tiga lajur, sehingga tidak terjadi penumpukan,”paparnya.(Suparman)

Komentar