Wabup Bogor Ajak Semua Pihak Beri Perhatian Khusus Terhadap 1000 Hari Pertama Kehidupan

Berita, Megapolitan370 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Peran pendidikan keluarga sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak, terutama pada saat 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Pada masa inilah proses tumbuh kembang seorang anak dimulai. Orangtua memiliki peran penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pola pengasuhan yang berkualitas mampu menekan dan mengurangi kasus stunting atau kekerdilan akibat kekurangan gizi pada anak-anak usia dini.

Hal itu dikatakan, Wakil Bupati Kabupaten Bogor H. Iwan Setiawan dalam Sosialisasi dan peluncuran program Pendidikan Keluarga pada 1000 Hari pertama kehidupan ( HPK ) dan anak usia 3-6 tahun di Kabupaten Bogor bertempat di IPB Convention Centre, Kamis (10/1).

Dihadapan sekitar 200 peserta yang berasal dari unsur kecamatan, desa/kelurahan, penyelenggara PAUD, dan PKK, Wakil Bupati memaparkan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu pilot project program pengembangan layanan PAUD berkualitas holistik integratif dengan dukungan UNICEF, BAPPENAS, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Wakil Bupati Bogor menuturkan yang melatar belakangi perlunya pendidikan keluarga pada 1.000 hari pertama kehidupan adalah adanya stunting. “Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang salah satu sebab pokoknya adalah kekurangan gizi akut. Masalah gizi merupakan masalah yang kompleks, tidak semata-mata karena kurangnya asupan makanan. Di indonesia, banyak faktor yang menjadi penyebab masalah gizi, baik secara langsung maupun tidak langsung” jelas Iwan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, bahwa Masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh faktor konsumsi makanan dan penyakit infeksi. Keduanya merupakan faktor yang saling mempengaruhi. Sedangkan penyebab tidak langsungnya adalah ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga, kesehatan lingkungan dan pola asuh.

Untuk itu, Ia mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam mendukung terwujudnya gizi seimbang menuju bangsa sehat berprestasi dan percepatan perbaikan gizi 1000 HPK.

“Dengan upaya yang maksimal salah satunya melalui pendekatan keluarga, kita akan mampu mencapai hasil yang lebih baik di masa depan asalkan kita dengan sungguh – sungguh melakukannya”, ungkapnya.

Diakhir sambutannya, ia meminta agar keberhasilan kerjasama ujicoba paket pendidikan keluarga untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kabupaten Bogor yang telah berlangsung sejak tahun 2017 hendaknya terus dikembangkan secara inntensif untuk mengembangkan kemampuan spiritual, intelektual, emosional, kinestesis dan sosial dasar anak serta mengoptimalkan masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan.

(Basir)

banner 521x10

Komentar