oleh

Wacana Pembentukan CDPOB Kabupaten Bogor Timur Terus Bergulir

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Wacana Pembentukan Kabupaten Bogor Timur terus bergulir. Pasalnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat (DPRD Jabar) telah menerima surat dari Pemerintah Provinsi Jabar perihal dua usulan dari Daerah Induk untuk pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) atau pemekaran daerah, yaitu Kabupaten Bogor Timur (pemekaran dari Kabupaten Bogor) dan Kabupaten Indramayu Barat (pemekaran Kabupaten Indramayu)

Dalaam surat  bernomor 373/OD.04.02/ PEM.OTDA tertanggal 22 Januari 2021 itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengusulkan pembentukan CDPOB kepada Ketua DPRD Jabar juga dilampirkan Persyaratan Dasar Kewilayahan dan Administrasi yang telah disesuaikan dengan persyaratan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yakni CDPOB Kabupaten Bogor Timur dan CDPOB Kabupaten Indramayu Barat.

 “Usulan ini menindaklanjuti aspirasi pembentukan/ pemekaran daerah di Jabar, dan untuk mendukung RPJMD Provinsi Jabar Tahun 2018-2023, ” ungkap Ridwan Kamil dalam suratnya.S

Menurutnya, sehubungan dengan perihal dalam surat tersebut, Pemprov Jabar  mengusulkan kedua daerah dimaksud untuk dilakukan pembahasan di DPRD Jabar sebagai dasar persetujuan bersama pembentukan CDPOB Bogor Timur dan Indramayu Barat antara Ketua DPRD Provinsi dengan Gubernur untuk melengkapi persyaratan administrasi pengusulan kepada pemerintah. 

Jalan Tol Jakarta Bogor Ciawi (Jagorawi) sudah terintigrasi dengan Tol Jatikarya Tambun Bekasi Cikampek

Sementara itu, terkait hal itu anggota DPRD Kabupaten Bogor daerah pemilihan Bogor Timur (Botim) yang juga penasihat Presidium Pembentukan Botim, H.Beben Suhendar mengatakan, dirinya menyambut gembira dan sangat mengapresiasi kecepatan proses pembentukan Botim yang dilakukan Gubernur Ridwan Kamil. 

“Wilayah Botim sudah sangat siap menjadi daerah otonomi baru lepas dari Kabupaten Bogor. Sebab selain potensi geografisnya yang berbatasan langsung dengan Ibukota DKI dan daerah industri seperti Bekasi dan Karawang, Botim juga memiliki potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar, yaitu berkisar Rp 750 miliar, ” paparnya. 

Menurut mantan Camat Cileungsi itu, Pembangunan di wilayah Botim sedemikian pesat dan ditambah besarnya potensi PAD dari berbagai sektor, tentu saja Botim sangat siap dan layak menjadi daerah otonomi baru. Terlebih, populasi penduduk dan permukimannya yang tiap tahun terus meningkat, sehingga Botim semakin padat. Karenanya, Beben berharap DPRD Jabar dapat menyegerakan proses pembentukan DOB Botim.

“Selain kesiapan kewilayahan dan anggaran, mekarnya Bogor Timur akan meningkatkan taraf ekonomi, sosial dan pelayanan bagi warganya. “Kalau saya hitung PAD kita bisa 500 hingga 750 miliar, bahkan kalau dimaksimalkan bisa Rp 1 triliun,” kata Beben kepada media. 

Untuk itu, Beben berharap kepada media yang tetap konsisten mendukung atas usulan CDPOB Botim, khususnya pemekaran wilaya Bogor timur pasca usulan 3 CDPOB sebelumnya yaitu Bogor Barat, Garut Selatan dan Sukabumi Utara

“Kami rekan-rekan anggota DPRD Dapil Botim mengucapkan terimakasih atas respon Gubernur Jabar yang konsisten untuk mengusulkan CDPOB Botim dan Indramayu Barat. Karena Jabar sangat membutuhkan tambahan DOB minimal menyamai Provinsi Jatim maupun Jateng,” pungkas Beben. 

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Jabar F-PDIP Abdy Yuhana ketika dihubungi awsk media, Selasa (16/2/2021) pihaknya menegaskan bahwa pemekaran kedua wilayah tersebut merupakan langkah strategis Pemrov Jabar dan DPRD Jabar. Selain aspek keadilan hubungan pusat dan daerah, anggaran yang diberikan pemerintah pusat ke daerah. Bilamana dibandingkan antara Jabar dan Jatim, selisihnya berbeda hampir Rp 2 triliun dari dana desa saja. 

“Aspek geografis dan demografis di kedua wilayah itu juga bagian untuk mempermudah aspek pelayanan ke masyarakat,” ucapnya

Lebih lanjut Abdy Yuhana mengungkapkan, bahwa sebelum Dua CDPOB ini diusulkan, tiga daerah CDPOB lainnya telah disahkan rapat paripurna DPRD Jabar pada 4 Desember lalu 2020, yakni Kabupaten Bogor Barat, Sukabumi Utara dan Garut Selatan. Ketiga CDPOB itu sudah diserahkan dan sekarang dalam kajian DPR RI dan pemerintah pusat.

“Berdasarkan data informasi, saat ini jumlah penduduk Kabupaten Bogor mencapai 5,7 juta jiwa, sementara Kabupaten Indramayu sebanyak 1,7 juta jiwa. “Kami tentu sangat berharap pemerintah pusat segera untuk membuka ruang bagi Jabar untuk persiapan daerah otonomi baru,” pungkas Andy.

Wacana pembentukan Kabupaten Bogor Timur itu tidak menutup kemungkinan segera terwujud, setelah Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama BPN Kabupaten Bogor mengatakan, dengan terbentuknya Perwakilan Kantor BPN (Pertanahan-red) Bogor Timur yang terletak di kecamatan Cileungsi, diharapkan akan semakin menunjang kegiatan pembangunan di wilayah Bogor timur., khusunya pelayanan bidang pertanahan

“Saat ini ada tujuh kecamatan ada diwilayah Bogor Timur, diantaranya kecamatan Jonggol, Cariu, Cileungsi, Tanjungsari, Klapanunggal dan Sukamakmur yang kedepannya memiliki prospek untuk berkembang,” imbunya. (Piya Hadi)

Komentar