Wakil Ketua Komisi IX Usulkan SKM Dihentikan Sementara Pemasarannya

05/07/2018 20:56:19 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyarankan agar produk yang berlabel Susu Kental Manis (SKM) yang tak jelas kandungan nutrisinya, dihentikan sementara peredarannya dari pemasaran. Dia mendesak produsen SKM memberi penjelasan yang sebenar-benarnya soal kandungan yang ada di produk tersebut. Menurutnya, sebelum ada penjelasan, penjualan SKM harus dihentikan sementara.

“Sebelum ada kejelasan soal produk tersebut, sebaiknya penjualannya dihentikan sementara. Sebab, pada kemasan itu secara eksplisit masih tertulis susu kental manis. Kalau memang tidak mengandung susu seperti temuan BPOM, tentu tidak layak dipasarkan dengan label seperti itu,” papar Saleh dalam keterangan persnya kepada Parlementaria, Kamis (5/7/2018).

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menginformasikan kepada BPOM selaku pengawas izin edar untuk lebih memperhatikan produk kental manis agar tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi untuk menambah asupan gizi.

Politisi PAN itu mengatakan, produk SKM yang dipasarkan oleh produsen harus jelas nutrisinya. Jangan sampai masyarakat membeli produk yang tidak mengandung nutirisi yang baik seperti yang diiklankan.

“Kalau melihat iklannya, susu kental manis ini kan sangat bergizi. Lalu ada temuan seperti ini. Sudah sepatutnya kita mendapatkan penjelasan resmi dari produsennya. Jangan sampai terkesan ada unsur penipuan di dalamnya,” ungkap Saleh.

BPOM telah menerbitkan 4 larangan untuk label dan iklan susu kental manis. Karena produk yang dimaksud tidak mengandung susu sapi, justru malah mengandung lebih dari 40 persen gula, sehingga selain merusak gigi, produk ini juga tidak memiliki kandungan gizi susu. Karena yang dikandung hanya 8 persen lemak susu. Menanggapi masalah ini, Komisi IX akan kembali meminta klarifikasi dari BPOM.

“Walau pernah disinggung dalam rapat, Komisi IX akan meminta klarifikasi langsung kepada BPOM terkait susu kental manis ini. Pasalnya, pernyataan media yang mereka sampaikan telah menimbulkan kegelisahan di masyarakat. Apalagi selama ini, masyarakat banyak yang mengkonsumsi susu kaleng kental manis untuk menambah nutrisi keluarga,” jelas Saleh. (Mohammad Iqbal)