Wako Semarang : Julukan WC Terpanjang Di Dunia Kini Sudah Tidak Ada Lagi di Kota Semarang

Jawa Tengah799 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Walikota Semarang Hendi Hendrar Prihadi menegaskan, pihaknya tidak bisa menerima adanya sebutan bahwa Kota Semarang dulu adalah drainasenya, dimana Semarang punya WC terpanjang di dunia.

”Jadi apa yang sebut Akhmad Muqowam, Wakil Ketua DPD RI yang juga ketua DPP IKA Undip (Universitas Diponegoro), sama sekali tidak benar bahwa Kota Semarang sekarang sudah tidak ada WC disepanjang sungai,”tegasnya ketika saat diminta untuk memberi kata sambutan dalam seminar yang diselenggarakan oleh DPC IKA Undip Kota semarang dengan tema “Penanganan Rob dab Banjir di Kota Semarang” di Balaikota Semarang.

Meurut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan, bahwa tidak ada lagi WC terpanjang di dunia pada wilayah yang dipimpinnya. Selama ini upaya normalisasi sungai-sungai di Kota Semarang, seluruh WC tidak permanen yang berada di atas-atas sungai sudah dibongkarnya semua.

”Kalau WC terpanjang di dunia yang dimaksud mas Muqowam adalah Kali Semarang, hari ini sudah saya buka semua mas dengan semangat Water Front City. Contohnya sungai yang ada di belakang Pasar Kembang Kalisari, saat ini fungsinya sudah untuk wisata dan pemancingan,”jelas Wali Kota yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

Hendi menegaskan, jika Pemerintah Kota Semarang serius untuk menangani permasalahan rob dan banjir di Kota Semarang. Ada empat sistem drainase di Kota Semarang, yang sudah selesai pembenahannya adalah sistem drainase Semarang Barat dan Semarang Tengah.

”Kalau Mas Muqowam bicara tahun 2002, saya bicaranya mulai tahun 2012 dimana pembangunan sistem drainase Semarang Tengah dimulai,”tegas Hendi.

Hendi menjelaskan, sekarang ini dilakukan program normalisasi Banjir Kanal Barat, pembuatan Polder Semarang Utara, Pembuatan Waduk Jatibarang selesai di tahun 2013. Kemudian, saat ini Pemkot Semarang melanjutkan program pembangunan sisitem drainase pengendalian rob dan banjir di wilayah Timur Kota Semarang.

”Alhamdulillah sekarang warga Bulu, warga di Tanah Mas, warga di sekitar Lemah Gempal sudah tidak kena banjir dan rob. Kita lanjutkan di wilayah Timur, karena ini mendesak juga. Kalau rekan-rekan melewati Kaligawe, waduh banjir, waduh rob padahal ini jalur utama, ini sangat mendesak, di situ ada lima sungai, Kali Banger, Banjir Kanal Timur, kemudian ketiga Kali Tenggang, keempat Kali Sringin dan kelima Kali Babon,”paparnya.

Namun demikian, tambahnya, jika program drainase di wilayah Timur ini tuntas, maka persoalan rob dan banjir di sepanjang Kaligawe yang merupakan jalur utama Pantura 2019, bisa terlewati dengan lancar karena kondisinya sudah bebas banjir dan rob.

”Kelima-limanya hari ini sedang dikerjakan Insya Allah tuntas di 2019, panjenengan lewat sepanjang Kaligawe bisa lancar, nggak ada rob, nggak ada banjir. Orang yang rumahnya di Perumahan Genuk Indah rob, mulai tahun depan tidak,”pungkasnya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar