Wali Kota Bogor Tegaskan ASN Usia 50, Pengidap Penyakit dan Hamil Dilarang Ngantor

Berita, Megapolitan284 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Wali Kota Bogor Bima Arya mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berusia di atas 50 tahun untuk bekerja dari rumah. Tak hanya itu, bagi ASN usia produktif tapi mengidap penyakit serta ASN yang sedang hamil juga diwajibkan WFH. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya minta sekarang yang tidak perlu, tidak usah ke kantor. Ibu hamil, usia di atas 50 tahun, dan yang mengidap penyakit juga untuk tidak ke kantor dulu. Semuanya WFH,” ungkap Bima Arya, Rabu (17/6/2020).

Bima mengatakan, untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersifat pelayanan, protokol kesehatan penanganan covid-19 juga mesti diterapkan.

“Dinas yang bersifat pelayanan juga sama. Tapi untuk OPD ini perlu penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ungkapnya.

Sementara, terkait Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2020 yang dikeluarkan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 tentang Pengaturan Jam Kerja, Pemkot Bogor tidak akan menerapkan kebijakan tersebut.

“Kerja shift itu lebih ditargetkan untuk yang bekerja di Jakarta. Kalau di Bogor kan tidak terjadi penumpukan pengguna transportasi. Karena menumpuknya yang mau ke Jakarta. Kalau arus yang mau ke Bogor tidak ada masalah saya kira. Di stasiun Jakarta kan tidak ada penumpukan arus pagi-pagi ke Bogor,” jelas Bima.

Ditegaskan Bima, bahwa surat edaran dari Gugus Tugas itu lebih kepada warga Bogor yang bekerja di Jakarta. “Tapi kalau untuk ASN, ini berlaku aturan dari kemenpan-RB tentang work from home. Kita atur jadwal piketnya. Sekarang masih banyak WFH,” tegasnya.

(Periksa Ginting)

banner 521x10

Komentar