INILAHONLINE.COM, CITEUREUP
Warga RT.03, 03, dan 06 Kelurahan Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor resah. Mereka mengeluh dengan suara bising yang setiap malam hari hingga menjelang subuh dan bau menyengat limbah pabrik yang dibuang ke kali yang melintas perumahan warga oleh PT. Sugizindo Jalan Raya Citeureup Kelurahan Karang Asem Barat Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.
Warga setempat yang juga ketua RT.06 Andry (42) mengatakan suara bising yang keluar dari cerobong dryer milik pabrik PT. Sugizindo sangat mengganggu warga pada saat warga tengah beristirahat di malam hari dari pukul 22.00 Wib hingga menjelang subuh.
“Kami sudah pernah mengadukan hal ini ke Pak Kades, minta supaya menegur pabrik tersebut. Namun Pak Kades minta agar warga kompak membuat surat pernyataan bahwa suara bising dari cerobong dryer di pabrik mengganggu warga sekitar,”kata Andry, Senin (5/11/2018).

Selain kebisingan, lanjut Andry, bau juga sangat mengganggu warga akibat dari pembuangan limbah pabrik yang dibuang setiap malam sampai menjelang subuh.
“Bau limbah pabrik sering kali mengganggu warga sekitar dan membuat mual kami semua. Apalagi jika warga sedang melakukan ronda tercium bau tak sedap yang sangat menyengat,” ujarnya.
Senada dengan Andry, Suhanda (50) warga Kelurahan Karang Asem Barat Citeureup juga mengeluhkan suara bising dan bau limbah tersebut. Diakui Suhanda, sebelumnya pihak pabrik PT. Sugizindo sangat memperhatikan warga sekitar dan tidak pernah ada masalah.
“Setiap ada komplain dari warga, Sugizindo (pabrik) langsung menanggapi dan bertindak,” kata Suhanda.
Namun, Suhanda melanjutkan, setelah satu tahun manajemen PT Sugizindo diganti, keluhan dari warga tidak pernah ditanggapi bahkan terkesan masa bodoh.

“Kami dan warga sepakat akan menempuh jalur hukum, jika Sugizindo tetap tidak mau menanggapi keluhan warga,” kata Suhanda.
Sementara pihak PT. Sugindo saat dimintai keterangannya terkait kebisingan dan bau limbah yang sangat menyengat terhadap warga Kelurahan Karang Asam barat, pihak manajemen yang diwakili Dita dari bagian Corporate Comunication Danone menolak untuk menemui awak media, bahkan pihak menajemen meminta agar awak media mengirimkan pertanyaannya melalui email.
“Silahkan ajukan pertanyaan melaui email kami,” ketus Dita
(ian Lukito)






























































Komentar