oleh

Antara PKKMB “Massa Bumi 2021” dengan Sejarah Berdirinya FITB Institut Teknologi Bandung

INILAHONLINE.COM, BANDUNG – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan wahana bagi pemimpin perguruan tinggi untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru.

Selain itu PKKMB juga memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi maka perlu dilakukannya kegiatan PKKMB Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) dengan tema “Massa Bumi 2021”

Adapun perspektif Ilmu kebumian atau kerap disebut sebagai earth science atau geoscience bersama ilmu dasar lainnya, seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi sudah selayaknya menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan “melek sains” (science literacy) (AGU, 2004).

Selaras dengan itu, FITB memiliki sumber daya manusia (SDM) yang lengkap untuk menelaah fenomena kebumian yang terdiri dari dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Pembagian peran yang baik ini membuat FITB perlu mempromosikan ilmu kebumian secara utuh.

Dengan bergabungnya prodi Teknik Geodesi dan Geomatika yang membawa ciri teknologi penentuan posisi (positioning) dan pengukuran muka bumi (measurement of earth landscape) akan menambah kekuatan FITB sebagai satu-satunya fakultas yang mempelajari kebumian dari sisi ilmu dan teknologi.

Sejalan dengan itu, FITB Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan PKKMB secara daring melalui Zoom Meeting (link akan disebarkan melalui email dan website akademik SIX). Acara ini juga disiarkan secara langsung pada channel youtube FITB – ITB.

Terkait sejarah berdirinya FITB, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc, FITB mengungkapkan, semula adalah bagian dari Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM). Ide pemekaran FIKTM muncul karena spektrum ilmu kebumian yang lebar dan memunculkan dikotomi sains (science) dan teknik (engineering).

“Keadaan ini mengakibatkan adanya perbedaan antar bidang ilmu yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya khususnya dalam menunjang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan tinggi di FIKTM,” kata Irwan

Menurutnya, bidang-bidang ilmu kebumian seperti geologi, geofisika, meteorologi dan osenografi mepelajari bumi untuk dapat memehami fenomena-fenomena yang tentunya bermanfaat untuk berbagai hal yang menyangkut kehidupan manusia termasuk memberi gambaran tentang sumberdaya yang terkandung di dalam bumi tersebut.

“Bidang-bidang ini memiliki kandungan sains yang besar namun tidak lepas dari kandungan terapannya. Sementara bidang yang mengkaji sumberdaya yang terkandung di dalam bumi,” ujarnya.

Selain membutuhkan pengetahuan dasar ilmu kebumian, juga perlu di lengkapi dengan berbagai cara dan metoda terapan untuk menkuantifikasi potensi dan cadangan, mengusahakan (eksploitasi), mengolah, dan mengelola (manajemen) sumberdaya bumi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Bidang-bidang terapan yang memiliki kandungan engineering yang lebih besar mencakup bidang pertambangan dan perminyakan,” ungkap pria berkaacamata tersebut.

Iwan menjelaskan, berdasarkan pertimbangan diatas, maka FIKTM dimekarkan menjadi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) dan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM). Tujuan dari pembentukan kedua Unit Keilmuan Serumpun (UKS) adalah mengembangkan institusi keilmuan yang lebih fokus dalam rangka mencapai visi menjadi institusi bertaraf internasional.

“Organisasi yang lebih ramping tentunya memiliki kendali manajemen yang lebih baik sehingga diharapkan lebih lincah dan sigap dalam memmilih langkah untuk mencapai visi tersebut,” tandasnya.

Dekan FITB Dr. Irwan Meilano, ST, M.Sc

Lebih lanjut Irwan Meilano mengatakan,  Dengan lebih fokusnya masing-masing UKS terutama maka diharapkan peran dari UKS, termasuk KK dan program studi di dalamnya, lebih meningkat, baik secara internal maupun secara eksternal untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dan negara RI,” pungkasnya.

Pemekaran fakultas FITB tersebut dikuatkan oleh Surat Keputusan (SK) Rektor ITB, yakni : SK Rektor Institut Teknologi Bandung nomor 040/K01/SK/OT/2007 tentang Perubahan FIKTM menjadi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

Dan SK Rektor Institut Teknologi Bandung nomor 257/SK/K01/OT/2007 tentang Pemindahan Program Studi Geodesi dan Geomatika dan Kelompok Keilmuan/keahlian Geodesi, KK Inderaja dan Sains Informasi Geografis, KK Sains dan Rekayasa Hidrografi, KK Surveying dan Kadaster dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ke Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung. (Piya Hadi)

Komentar