oleh

Bapenda Kota Bogor Beri Kemudahan dan Bantuan Untuk Wajib Pajak dan Pelaku Usaha Akibat Dampak Pandemi Covid-19

INILAHONLINE.COM, KOTA BOGOR – Wabah Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) sampai saat ini belum berakhir, hal tersebut berdampak kepada perekonomian berbagai negara termasuk Indonesia. Akibatnya, penerimaan negara berkurang yang dikarenakan oleh menurunnya daya beli serta tingkat occupancy terhadap hotel, restoran, hiburan dan lain-lain. Instrumen pajak dipilih oleh sejumlah negara untuk menjadi salah satu alternatif penyelamat perekonomian dalam negeri. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor Deni Hendana, saat ini untuk membantu para pengusaha dan masyarakat di Kota Bogor khususnya dalam sektor pajak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengelurakan kebijakan Peraturan Walikota Bogor Nomor 88 Tahun 2021,  Tentang Penundaan Jatuh Tempo dan Penghapusan Sanksi Administrasi Denda Keterlambatan Untuk Pajak Restoran, Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Dan Pajak Parkir Akibat Dampak Bencana Nasional Non Alam Covid-19 di Kota Bogor.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana

“Adapun tujuan penetapan pembayaran pajak dalam rangka memberikan stimulus atau keringanan dikarenakan Dampak Bencana Nasional Non Alam COVID-19 dan PPKM darurat tahun 2021 yang menyebabkan wajib pajak (WP) mengalami penurunan omset antara lain, jatuh tempo pembayaran pajak untuk masa pajak bulan Juli dan Agustus adalah tanggal 27 September 2021,” jelas Deni.

Lebih lanjut Deni menjelaskan, bahwa penghapusan sanksi administrasi denda keterlambatan bagi WP Hotel, WP Restoran, WP Hiburan dan WP Parkir untuk masa pajak sampai dengan bulan Juni 2021 yang melakukan pembayaran sejak tanggal 2 Agustus sampai dengan 27 September 2021.

Loket Pelayanan Kantor Bapenda Kota Bogor

“Ada juga, rerhadap STPD sanksi administrasi denda keterlambatan yang sudah terbit, bagi WP yang sudah melakukan pembayaran pokok pajak maka dilakukan pembatalan STPD tanpa permohonan wajib pajak,”beber Deni, Senin (9/8/2021).

Masih kata Deni, ada juga Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 88 Tahun 2021 Tentang Pengurangan Pajak Terhutang Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Sebagai Dampak Wabah Penyakit Akibat Corona Virus Disease 2019 Di Kota Bogor. Tujuannya, jelas dia, Pengurangan Pajak Terhutang  BPHTB  diberikan kepada Wajib Pajak  yang   melakukan pembayaran sejak tanggal 2 Agustus 2021 sampai dengan 30 September 2021 sebesar 10 % (sepuluh persen).

“Selama 2021, sudah ada keringanan PBB kepada WP seperti pada bulan Februari ada diskon 15 persen. Pada Maret, ada diskon 10 persen dan April diskonnya sebesar 5 persen. Dan perlu diingat jika jatuh tempo pembayaran PBB adalah tanggal 30 Agustus 2021. Jadi, masyarakat diimbau untuk menyelesaikannya sebelum tanggal tersebut,” imbuh Deni.

Penghargaan Dari Dirjen Pajak

Sebelumnya, Kepala  Bapenda Kota Bogor Deni Hendana menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Wilayah DJP Jawa Barat III atas kepatuhan seluruh pegawai di lingkungan Bapenda Kota Bogor dalam melaporkan SPT Tahunannya.

Selain menyerahkan penghargaan, Kanwil DJP Jawa Barat III juga melakukan rapat optimalisasi penerimaan pajak pusat dan daerah dengan Bapenda Kota Bogor. Wakil Wali Kota Bogor Deddie A. Rachim dan Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati yang hadir dalam acara turut menyaksikan prosesi penyerahan penghargaan ini. Pada kesempatan tersebut, Deni mengapresiasi kemudahan yang diberikan DJP kepada wajib pajak.

 “Sekarang minta EFIN saja sudah bisa melalui whatsapp, semua sudah dipermudah sehingga wajib pajak bisa lapor SPT di mana saja dan kapan saja, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak lapor SPT,” tutur Deni. (Ian Budi Lukito)

Komentar