Besok, Presiden Joko Widodo akan Serahkan Sertifikat 10.350 Bidang Tanah Kepada Masyarakat di Simpanglima Semarang

Daerah298 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dijadwalkan Sabtu (23/12) bakal menyerahkan sertifikat 10.350 bidang tanah kepada masyarakat di enam kabupaten di lapangan Simpanglima Semarang.

Enam Kabupaten itu diantaranya adalah Kabupaten Semarang (3.000) bidang, Kendal (2.500), Demak (2.500), Grobogan (1.000), Kota Salatiga (300) dan Kota Semarang (1.050).

”Dengan penyerahan sebanyak 10.350 sertifikat tanah secara tidak langsung, sudah mendekati target yang ditentukan yaitu sebanyak 646.038 bidang sertifikat. Padahal dalam bulan sebelumnya sertifikat sudah mencapai 630.000 bidang yang diterbitkan,”ungkap Kakanwil ATR/BPN Jateng Heri Santosa ketika dihubungi Inilahonline.com di Semarang, Jumat (22/12/2017).

Dijelaskan Heri, Kementerian ATR/BPN Wilayah Jawa Tengah mencatat percepatan pencapaian program percepatan pendaftaran tanah, yaitu Pensertifikatan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang menjadi prioritas Presiden Joko Widodo, sudah mencapai 95 persen dari target yang ditentukan dalam tahun 2017 ini.

”Dari target 646.038 bidang tanah untuk Provinsi Jawa Tengah dalam 2017 ini, sudah mencapai 640.350 bidang yang diterbitkan sertifikatnya,”kata Heri Santosa.

Menurut dia, capaian itu tidak lain adalah berkat kerja keras serta dibantu oleh aparat pemerintahan seperti Bupati/Walikota yang berada di wilayah masing-masing, ikut mensosialisasikan terhadap pensertifikatan tanah sistematik lengkap (PTSL) serta juga dibantu aparat Kecamatan, Kelurahan serta kepala desa yang berada di Desa.

Kakanwil ATR/BPN Jateng Heri Santosa

”Berkat bantuan dan sosialisasi dari aparat pemerintah dan instansiterkait, program pemerintah yang dicanangkan Presiden RI mendapat tanggapan baik, sehingga masyarakat berbondong-bondong ke BPN mengurus tanahnya,”paparnya.

Apakah optimis program PTSL ini bisa memenuhi target yang ditentukan, Heri optimis dalam waktu tinggal dua bulan ini target bisa terealisasi dengan baik. Meski sebelumnya ada rasa kawatir tidak terpenuhi, namun ia optimis target tersebut bisa tercapai, jika didasarkan atas pelaksanaan proses pengukuran yang sudah mencapai 93 persen.

”Pengukuran yang selama ini menjadi kendala, kini sudah bisa dilaksanakan, kini selanjutnya tinggal dalam masalah administrasi dan untuk pengumuman sertiifikatnya,”ujarnya.

Diakuinya, meski terdapat sejumlah kendala dalam pencapaian target, program nasional di bidang agraria ini salah satunya adalah keterbatasab SDM juru ukur yang dimiliki oleh BPN.

”Dengan melalui kegiatan dan sosialisasi dari berbagai kegiatan akhirnya diperoleh data spasial tentang pemetaan lahan di Jawa Tengah, dengan dukungan dari pemangku kepentingan dari instansi terkait,”katanya.

ATR/BPN sendiri, lanjut Heri, dalam mensukseskan program nasional ini terus melakukan upaya serta terobosan terbaik dengan menggandeng pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, untuk menyamakan persepsi guna menyusun satu basis data.

”Jadi keberadaan satu data spasial ini sangat penting, mengingat tantangan untuk melaksanakan program nasional di bidang agraria tersebut semakin berat kedepannya,”paparnya.

Kepala BPN Kota Semarang Sriyono Winarso

Untuk tahun 2018, kata dia, program pemerintah tentang pensertifikatan tanah yang diperuntukkan untuk kaum petani, nelayan dan UMKM memperoleh target pendaftaran sebanyak 1,2 juta bidang sertifikat tanah. Namun dari target ini tetap bisa melampaui target yang ditentukan, bahkan bisa melebihi bisa mencapai dua kali lipata dibanding tahun ini.

”Target ini dari yang sudah dikerjakan BPN sekitar 700 ribu bidang tanah, sementara sisanya dilaksanakan oleh pihak ketiga,”katanya.

Kepala BPN Kota Semarang Sriyono Winarso mengatakan, dari target yang ditentukan dalam pensertifikatan tanah di Kota Semarang, kini sudah berhasil 1.050 bidang tanah diselesaikan dengan baik. Namun target itu dilakukan dengan berbagai tahap, meski sebelumnya juga mengalami kendala.

”Dari produk yang sudah dilaksanakan dalam pensertifikatan tanah ini, akhirnya bisa diserahkan oleh Presiden di lapangan Pancasila Simpanglima kepada masyarakat yang berhak,”paparnya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar