oleh

BNNP Jateng Kembali Musnahkan Barang Bukti 2.368 Gram Sabu dan 342 Butir Ekstasi Senilai Rp2 Miliar

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah kembali melakukan pemusnahan narkotika jenis sabu seberat 2.368 gram dan pil ekstasi 342 butir senilai Rp 2 miliar.

Pemusanahan jenis sabu dan ekstasi itu merupakan barang bukti dari pengungkapan kasus jaringan peredaran narkotika Jepara dan Klaten pada Februari 2019 lalu.

”Dua jaringan itu semuanya dikendalikan oleh narapidana Lapas Semarang dan Lapas Klaten,”ujar Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Muhammad Nur dalam konperensi pers dengan media di Jalan Madukoro Blok BB Semarang, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, pemusnahan barang haram itu dilakukan di halaman kantor BNNP Jawa Tengah, dengan cara dimasukkan ke dalam mesin incinerator, sehingga larut dan hancur serta terbakar dengan yang sudah disiapkan.

”Pemusnahan barang bukti dalam mesin incinerator, hanya berlangsung secara cepat dengan waktu kurang lebih 30 menit,”paparnya.

Muhammad Nur menjelaskan, dalam pemusnahan itu enam tersangka dari dua jaringan pengedar narkotika tersebut, ikut menyaksikan langsung saat barang bukti dimusnahkan melalui mesin incinerator.

“Hari ini BNNP Jateng kembali memusnahkan barang bukti sabu dan ekstasi yang disita dari jaringan Klaten dan Jepara. Total sabu yang dimusnahkan mencapai 2.368 gram, sedangkan ekstasi sebanyak 342 butir.”

Namun demikian, menurutnya, dua jaringan itu terungkap dengan waktu yang berbeda. Pelaku jaringan Jepara yang dikendalikan oleh narapidana Lapas Kedungpane Semarang ditangkap di wilayah Ngabul, Kabupaten Jepara, pada 13 Februari 2019 dan terdapat tiga tersangka terdiri Jati Wibowo alias Klowor (33), Muhammad Subiantoro alias Ngacir (33) dan narapidana bernama Muzaidin.

”Total barang bukti yang disita dari jaringan Jepara adalah 250 gram sabu dan 342 ekstasi,”tuturnya.

Sementara itu, pelaku jaringan Klaten berhasil ditangkap di pintu keluar tol Pejagan, Kabupaten Brebes pada 25 Februari 2019 dengan barang bukti sabu sebanyak 2.200 gram.

Paket sabu tersebut dibungkus dalam kemasan teh China. Tersangka dari jaringan Klaten ini, diketahui bernama Istiawan (35) dan Supraya (41) yang dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Klaten bernama Dwi Ardiansyah alias Dian.

“Barang bukti ini kami musnahkan setelah ada persetujuan dari kejaksaan dan sesuai ketentuan undang-undang. Sebelumnya kami telah sisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian di persidangan,” tuturnya

Ia yang didampingi Kabid Brantas BNNP Jawa Tengah AKBP Suprinarto menuturkan, hingga sekarang ini wilayah Jateng merupakan jalur merah peredaran narkotika, hali ini bisa dilihat setidaknya sejak Januari hingga Februari 2019, sudah ada dua pengungkapan jaringan pengedar narkotika dikendalikan oleh narapidana.

”Selain dua kasus itu, ada pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang termasuk dalam jaringan Sancai,”ungkapnya.

Dijelaskan, dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama sampai saat ini, sudah tiga kasus terdiri satu kasus TPPU jaringan Sancai, dua kasus peredaran narkotika dengan jaringan Klaten dan Jepara.

”Dengan demikian total tersangka 7 orang. Kami masih akan terus mengejar jaringan-jaringan lainnya,”pungkasnya.

(Suparman)

Komentar