Polda Metro Jaya Buru Para Pemblokade Tol Jatikarya

Tak Berkategori121 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Hengki Haryadi melakukan tindakan tegas dengan memburu para pemblokade Tol Jatikarya. Pasalnya, kepentingan masyarakat adalah hukum tertinggi. Untuk itu, Polda Metro Jaya akhirnya merespons tindakan ahli waris yang kerap memblokade akses tol Jatikarya.

Selain itu, massa yang mengaku sebagai ahli waris pemilik tanah dan kerap melakukan memblokade akses tol tersebut juga diminta untuk tidak lagi beraksi. Dengan mendirikan banguan di tengah jalan tol di Gerbang tol Jatikarya, Bekasi, Jawa Barat tersebut

“Polisi Bongkar Bangunan yang blokade Tol Jatikarya, karena tindakan blokade akses tol oleh massa yang mengaku sebagai ahli waris tanah itu bisa masuk dalam pelanggaran pidana,” ujar Hengki, Sabtu (15/4/2023).

Menurut mantan Kapolres Jakarta Pusat itu, apa yang dilakukan massa di gerbang tol Jatikarya itu merupakan perbuatan melawan hukum. Terdapat Pasal 109 KUHP 192 KUHP yang ancamannya sembilan tahun. Kemudian ada pasal lain yang berkembang nanti.

Lebih lanjut, Kombes (Pol) Hengki Haryadi mengatakan, pembongkaran bangunan yang didirikan di tengah jalan tol itu dilakukan karena mengganggu ketertiban umum. “Malam ini kami adakan pembersihan,” tandasnya.

Hengki mengatakan, Polda Metro Jaya berpatokan salus populi suprema lex esto, yakni kepentingan masyarakat, keamanan masyarakat adalah hukum yang tertinggi. Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi,” kata Hengki dikutip dari video YouTube Kompas TV, Sabtu (15/4/2023).

Menurut Hengki, aksi sekelompok massa yang memblokade Tol Jatikarya merugikan masyarakat. Baca juga: Belum Menyerah, Ahli Waris Lahan Terus Blokade Akses Tol Jatikarya Sebab, bangunan yang memblokade jalan tol tersebut membuat lalu lintas terganggu dan menimbulkan kemacetan panjang.

“Aksi ini merupakan perbuatan melawan hukum, dilakukan di area publik, menggangu hak orang lain, oelh sebab itu pihak Polda Metro Jaya akan melakukan pemanggilan kepada kelompok massa yang terlibat melakukan blokade Tol Jatikarya karena telah melanggar hukum,” ungkapnya.

Masih kata Hengki, penyidik bakal menindak tegas pihak-pihak terkait apabila ditemukan pelanggaran hukum. “Mulai minggu depan, orang-orang yang menyuruh melakukan, yang menganjurkan untuk melakukan, siapa yang melakukan, kami akan adakan pemanggilan ke Polda Metro Jaya, karena ini adalah melanggar undang-undang,” pungkasnya. (PH)

banner 521x10

Komentar