DPRD Jateng, Temukan Indikasi Ketidaknetralan

24/01/2018 16:04:50 Kategori: ,

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) - DPRD Jateng kembali mengingatkan netralitas penyeleng-gara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 27 Juni 2018 mendatang. Hal itu cukup beralasan, sebab ada temuan indikasi ketidaknetralan penyelenggara Pilkada serentak di Jateng.

Anggota Komisi A DPRD Jateng, Amir Darmanto, mengatakan, di salah satu daerah di Jateng, ada konvoi salah satu pasangan calon dari kantor Panwaslu. Hal itu jelas tidak boleh dan dilarang oleh undang-undang.

“Kami minta agar KPU dan Panwaslu menjaga netralitas dan integritas," katanya.

Ia meminta baik KPU, Bawaslu dan Panwaslu betul-betul menindak secara tegas jika ada indikasi pelanggaran pemilu. Apalagi, di lapangan permainan yang yang semakin merajalela, karena pandangan masyarakat semakin pragmatis.

“Hal ini adalah tugas KPU dan Panwaslu memberi pengertian-pengertian pada masyarakat,” tegasnya.

Selain netralitas penyelenggara, ia juga mengimbau para pasangan calon serta seluruh pihak terkait menjalankan proses pilkada dengan jujur dan adil. Amir berharap seluruh rangkaian prosesnya bisa berjalan dengan damai.

Sebagai anggota DPRD di Komisi A yang juga memiliki tugas pelaksanaan Pilkada, ia berharap betul ini kontestasi semua penata hukum, KPU, Panwaslu betul-betul bisa netral menjaga pemilu ini jujur dan adil sehingga bisa berjalan dengan baik.

“Keberhasilan Pilkada di suatu daerah tergantung pada penyelenggara pemilu itu sendiri. Karena itu KPU dan Bawaslu serta Panwaslu di Kabupaten/Kota harus independen dan berintegritas,” tambahnya.

Amir menyatakan bahwa penyelenggara Pilkada, baik komisioner KPU dan anggota Panwaslu harus bisa menjamin pelaksanaan pemilu secara jurdil dan luber. Karena itu dia meminta penyelenggara pemilu tidak bermain – main dia area yang tidak netral.

“Harus netral, mengingat potensi dan kompleksitasnya Pilkada serentak,” tambahnya.

Selain Pilgub Jateng 2018, tujuh kabupaten di Provinsi Jateng juga akan menggelar pilkada secara serentak. Ke-7 daerah itu adalah Kabupaten Banyumas, Temanggung, Kudus, Karanganyar, Tegal, Magelang, dan Kota Tegal.

“Sekali lagi, kami berharap pelaksanaan Pilkada serentak jangan sampai dinodai oleh isu SARA. Netralitas penyelenggara Pilkada, TNI, POLRI, ASN punya andil besar dalam suksesnya demokrasi ini," harapnya.

"Untuk menyelenggarakan pemilu yang lancar dan tertib membutuhkan saling pemahaman, saling pengertian antar stakeholder,” tambah Wakil Ketua Komisi A DPRD Jateng, Fuad Hidayat. (Suparman)