oleh

Forum Dosen Indonesia Gelar Munas II di Semarang Bahas Penulisan Buku dan Jurnal

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Forum Dosen Indonesia (FDI) melakukan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) II dan pelatihan penulisan buku yang selama ini, sudah banyak penulisan yang dilakukan oleh dosen.

”Kegiatan yang dilakukan selama tiga tahun ini dilakukan, untuk melakukan pergantian pengurus dan mensolidkan ikatan dosen, agar tidak kalah denganikatan dokter dan guru khususnya dalam menulis buku atau jurnal ilmiah,”ujar Sekretaris Pusat FDI Irmawati Sagala di sela-sela acara di Hotel Grasia Semarang, Senin (27/8/2018).

Dijelaskan, jumlah dosen yang menulis buku hingga kini terus meningkat, termasuk jurnal ilmiah yang pernah dipersyaratkan oleh Kemenristekdikti.Meski sebelumnya terdapat aturan dari Dikti khususnya dosen yang jabatannya guru besar dan lektor kepala mempunyaikewajiban publikasi internasional.

”Memang dosen awalnya keberatan dengan aturan itu, tapi setelah direvisi hanya guru besar yang wajib publikasi internasional. Sedangkan untuklektor Kepala tidak wajib, tetapi disarankan untuk publikasi saja,”ungkapnya.

Namun demikian, menurutnya, dalam kenyataannya walau sudah direvisi, Lektor Kepala sudah terlanjur gregetnya untuk menulis, walaupun bukan diwajibkan publikasi internasional.

”Jadi para dosen sudah terbiasa dan sudah menjadi kebutuhan tersendiri untuk publikasi internasional,”jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini dihadiri oleh ketua FDI, Gatut rubiono dan dosen-dosen perguruan tinggi dari 21 propinsi berjumlah 44 orang.

”Melalui Munas dan Penulisan Buku dapat menggerakkan dosen-dosen dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) agar mampu menulis jurnal, buku dan publikasi ilmiah,”paparnya.

Menurut ketua panitia, Dr. Ussy Yuliasri, melalui Munas dan Penulisan Buku dapat memotivasi dosen untuk menulis jurnal, buku dan publikasi ilmiah.

”Dosen dapat terus berkarya dengan menulis, agar mendorong riset Perguruan Tinggi yang berbasis data dan hasil penelitian. Diharapkan kemampuan dan kemauan dosen untuk menulis lebih banyak, terutama untuk menggerakkan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar),”ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya Munas II dan Penulisan Buku segala permasalahan dosen bisa di selesaikan bersama-sama, sehingga kegiatan menulis menjadi suatu kebutuhan bagi dosen.

”Harus sudah dibiasakan dosen harus bisa menulis buku dan jurnal nasional maupun internasional,”harapnya.(Suparman)

Komentar