oleh

Gali Tanah Buat Kolam, Warga Matingan Salem Magelang Temukan Bebatuan Diduga Situs Cagar Budaya

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Batu Candi yang diduga situs cagar budaya ditemukan dilahan milik Abik (45) Warga di Dusun Mantingan Desa Mantingan Kecamatan Salam Kabupaten Magelang.

Penemuan Hari Sabtu 20 Juli 2019, ketika diadakan penggalian tanah guna di buat kolam dengan menggunakan alat berat Back hoe, dan ketika mencapai kedalaman kurang lebih 2 meter alat membentur bebatuan besar, setelah diangkat batu-batu tersebut berbentuk persegipanjang dengan ukuran yang sama.

“Hampir satu minggu penggalian kami telah menemukan sebanyak 20 bongkahan batu hampir sama ukuranya dan terdapat juga batu ukiran (Rilief) maka penggalianpun kami hentikan sementara,” terang Abik saat mendampingi Kapolsek Salam dan Ka dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Magelang, Kamis (25/7)

“Karena kami merasa curiga bahwa batu tersebut merupakan barang purbakala dan perlu dilestarikan maka penemuan ini kami laporkan ke Polsek Salam Polres Magelang,“ imbuhnya.

Sementara Ahmad Husaein dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang menerangkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang salah satu tugas pokoknya adalah mengenai cagar budaya, “Dengan penemuan ini sesuai kewenangan, kami sudah melaporkan penemuan tersebut kepada Bupati dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

“Dan perlu diketahui bahwa di Wilayah Kabupaten Magelang banyak sekali dengan situs peninggalan kerajaan mataram hindu untuk itu bayak laporan penemuan batu candi yang dimungkinkan peninggalan situs cagar budaya,” terangnya.

Sedangkan Kapolsek Salam Polres Magelang Polda Jateng AKP maryadi mengatakan bahwa dengan penemuan ini kami selaku pengampu keamanan akan tetap mengamanan penemuan ini yang merupakan salah satu situs pubakala yang dilindungi undang undang.

“Diharapkan kepada warga masyarakat untuk tetap menjaga kelestariannya, kaitanya dengan penemuan ini kami masih menunggu penelitian lebih lanjut dari Dinas Pubakala,“ pungkasnya.

(Ali Subchi)

Komentar