Ganjar Instruksikan Gerakan Bersih-Bersih Lingkungan Selepas Senam Pagi

09/08/2018 15:14:58 Kategori:

INILAHONLINE.COM, JEPARA – Para camat mendapat tugas baru dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai penanggung jawab persoalan sampah. Hal tersebut sebagai salah satu upaya penanggulangan sampah di Jateng yang mencapai 15.000 per hari.

Ganjar Pranowo mengatakan persoalan sampah harus digeruduk semua lapisan, tidak terkecuali para ASN. Dia menginstruksikan para ASN agar bersih-bersih lingkungan kantor selepas senam bersama.

“Anggere dino jemuah dadekne dino krida. Nek jaman ndisik do olahraga, saiki plus resik-resik. Kulo pengen mulai sesuk esuk. Ini perintah gubernur,” kata Ganjar ketika membuka peringatan Hari Lingkungan Hidup di Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara, Kamis (9/8/2018).

Bukan hanya kantor, suami Siti Atikoh itu juga mengusulkan agar mulai Jumat (17/8) para ASN memiliki jadwal membersihkan terminal, pasar, sungai dan ruang publik lainnya.

“Niki ide yang saya inginkan nanti di Jawa Tengah bisa terlaksana. Kalau daerahe bersih kan semua jadi sama-sama nyaman,” imbuhnya.

Bukan tanpa sebab Ganjar menghendaki keterlibatan semua pihak dalam penanganan sampah, menurut data yang dia pegang sampah di Jawa Tengah tiap harinya mencapai sekitar 15.000 ton.

Sekitar 63 persen organik, 36 persen nonorganik dan 0,29 persen B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Menurut dia, prosentase sampah organik tersebut cukup untuk membuat tenaga listrik berbahan bakar sampah.

“Tapi bagaimana cara mengumpulkan jadi satu power plan berbasis sampah? Semarang tau gawe, ora cukup. Suplai sampahe ora cukup. Mulane ngomonge kudu Semarang Raya,”kata Ganjar.

Kalau Semarang Raya, lanjutnya, perlu dipikirkan lagi sistem transportasi pengangkut sampah ke sentra pengumpulan.

“Salatiga, Ungaran, Demak, kui dilebokne dadi listrik. Kulo mpun delok gone Jerman, Singapiur, ten tengah kuto. Ora mambu babar blas. Jakarta ndisik meh gawe ning crigis kabeh ra dadi-dadi,” imbuhnya.

Terkait peringatan Hari Lingkungan Hidup, Ganjar berharap para ASN mengurangi penggunaan plastik. Termasuk penggunaan botol plastik dalam setiap acara.

“Kulo remen. Niki nganggo cara ndisik, isah-isah meneh, nganggo gelas. Terus panjenengan yen sangu mimik dikulinakne nganggo gembes. Nanti kalau ke kantor bawa itu mawon. Nek iso,” selorohnya.(Suparman)