Gugus Tugas Reforma Agraria Kab. Subang Akan Mulai Action Menangani Tanah Timbul

Berita, Pantura829 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Bupati Subang H. Ruhimat menyatakan, soal keberadaan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Subang telah ada dan telah terbentuk dan memiliki payung hukum dan akan mulai action tahun depan.

“Soal itu (GTRA) sebetulnya sudah saya bentuk sejak lama, sudah, sudah ada. Namun implementasinya juga karena Covid-19 belum,” kata H. Ruhimat seusai rapat koordinasi urusan pertanahan kepada awak media beberapa waktu lalu soal keberadaan Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Subang.

Bupati Subang sudah memiliki konsep dan menargetkan untuk membentuk hutan lindung dan hutan sosial (baca : Tanah timbul) . Bahkan, secara detail ia mengingkan dalam satu desa yang berada di wilayah pantai yakni 1 kilometer kawasan di desa untuk dibentuk perhutanan sosial. “Dengan demikian tentunya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Dengan begitu, jika di wilayah pantai terdapat 14 desa, ada 14 kilometer lahan yang dapat dimanfaatkan untuk perhutanan sosial pada masing-masing desa tersebut. “Insya Allah, setelah Covid-19 atau tahun depan kita implementasikan,” ucap Bupati.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Subang Joko Susanto membenarkan bahwa Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Subang telah terbentuk yang diketuai oleh Bupati Subang secara langsung. Adapun, Kepala BPN dalam hal ini dirinya menjabat sebagai Ketua Harian GTRA.

“Kita mengidentifikasi dulu sekiranya mana di Subang yang menjadi tanah objek reforma agraria (TORA), sesuai Perpres 86 Tahun 2018. Objeknya kan ada beberapa macam itu,” kata Joko.

Ada 3 orang lainnya yang masuk dalam tim GTRA

Joko menambahkan, dari BPN sendiri ada 3 orang lainnya yang masuk dalam tim GTRA Kabupaten Subang. Ia juga sempat melakukan rapat internal untuk mengkaji TORA. “Kalau untuk di Subang tanah terlantar itu tidak ada, ada juga seperti tanah timbul di Pantura, atau yang berkaitan dengan hak guna usaha (HGU) dan objek lain. Kita masih identifikasi dulu,” katanya.

banner 521x10

Komentar