oleh

Inovasi Disdik Kota Bogor Membentuk Karakter Siswa

Salah satu tujuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah adalah membentuk para peserta didik menjadi pribadi-pribadi yang memiliki sikap perilaku baik. Untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Bogor terus berinovasi. Saat ini Disdik Kota Bogor telah menerapkan tujuh inovasi yang diterapkan di lingkungan sekolah.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, inti dari ketujuh inovasi tersebut adalah soal kebersihan. Karakter pada diri seseorang harus dilbentuk melalui kehidupan sehari-hari, melalui adab dan tata cara serta kebiasaan seseorang menjalani berbagai aspek kehidupan. Diantaranya kebiasaan hidup secara bersih dan sehat.

“Untuk itu semua maka sekolah-sekolah di Kota Bogor, wajib mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat, istilahnya Sekolah Kinclong,” katanya.

Dalam kaitan itu maka salah satu dari ketujuh inovasi yang dirumuskan dan diterapkan di sekolah adalah program Sekolahku Indah Bersih Sehat Karena Aku (Siberseka).

“Sekolah indah, bersih dan sehat itu dapat diwujudkan oleh warga sekolah, sehingga anak-anak terdidik untuk mewujudkan sekolah yang bersih, indah dan sehat bersama kepala sekolah, para guru dan warga sekolah lainnya,” jelas Fahrudin. Jika lingkungan sekolahnya sudah bisa terbiasa dalam kondisi bersih dan sehat maka anak-anak akan terbiasa pula menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

Ketika anak-anak berakivitas di lingkungan yang bersih, otomatis mereka juga bisa menjadi lebih sehat. “Lebih jauh lagi, konndisi itu akan membangun karakter para siswa,” tambahnya. Fahrudin.mencontohkan perbedaan kondisi pasar tradisonal dengan pasar modern.

Di pusat perbelanjaan tradisional, orang-orang bisa dan terbiasa membuang bekas bungkus makan minumnya secara begitu saja di sembarang tempat. Itulah yang membuat lingkungan pasar tradisional pasa umumnya tidak bersih. Hal itu berbeda jika seseorang berada di pusat perbelanjaan moderen.

Ketika berada di lingkungan pasar moderen, siapapun tidak bisa membuang sampah sembarangan karena ada larangannya dan petugas kebersihan yang sigap bertugas. Kondisi lingkungannya dipelihara agar selalu dalam keadaan bersih, sehingga dengan sendirinya pengunjung enggan dan malu jika berperilaku jorok.

Karakter peduli akan kebersihan dan kesehatan seseorang dengan demikian terbentuk melalui pembiasaan dalam menjalani kehidupannya sehari-hari dan melalui kondisi lingkunganya yang terpelihara bersih. Itulah sebabnya lingkungan sekolah harus terpelihara dalam kondisi bersih.

Di samping program Siberseka, Disdik Kota Bogor juga menerapkan program Pojok Inovasi Anak Pinter (Pointer). Ini adalah program untuk mendorong sekolah membuat bentuk lain dari perpustakaan dengan menggunakan ruang terbuka serta memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai untuk dijadikan sebuah taman baca. Dalam hal ini SD Negeri Tajur misalnya, memanfaatkan selasar sekolah untuk dijadikan sebagai taman baca.

Program Pointer dimaksudkan untuk mendorong minat anak-anak membaca buku. Untuk itu program ini juga didukung dengan program Bacaan Literasi Deukeut Sakola (Bale Desa) seperti yang telah diterapkan di SD Negeri Suksasari.

Inovasi lainnya adalah Bantu Semua Masyarakat Untuk Bersekolah (Basmalah), Ini adalah bagian dari upaya membantu anak-anak untuk terhindar dari putus sekolah, dengan mendata dan menyalurkan anak putus sekolah. Program ini memerlukan dukungan aparatur wilayah dan masyarakat. Sejalan dengan itu juga diterapkan program Jaringan Aplikasi Anti Putus Sekolah (Japati). Inovasi ini ditujukan untuk membantu anak-anak putus sekolah akibat ketiadaan biaya dan sebab lainnya, dengan mengajak mereka yang mampu dan mau untuk menjadi para orang tua asuh.

Selanjutnya program Makan Sama-sama Bawa dari Rumah (Masakan Mamah). Ditujukan untuk mendorong para siswa terbiasa membawa bekal dari rumah hasil masakan orang tua. Sekaligus ini menjadi upaya menekan kebiasaan anak-anak jajan di lingkungan sekolah. Berikutnya program Agenda Nyata Kegiatan Bina Akhlak (Annaba), berupa merutinkan kegiatan pengajian di lingkungan sekolah yang diikuti para siswa.

Di luar program-program tersebut juga dilaksanakan program Mentoring dan Kemah Kebangsaan. Bentuknya kemping selama 3 hari bagi para pelajar SMA sederajat, khususnya mereka yang terlibat aksi tawuran.

Selama mengikuti kegiatan itu mereka dibekali materi tentang nilai-nilai nasionalisme, patriotisme dan materi kebangsaan lainnya. Rencananya, ke depan nanti program ini juga akan melibatkan para siswa SMP.

Jadi inovasi-inovasi tersebut menurut Fahrudin merupakan bagian dari upaya menyelenggarakan pendidikan karakter di sekolah-sekolah Kota Bogor. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan misi pembangunan Kota Bogor dan bersinergi dengan pendidikan karakter yang sedang digaungkan pemerintah pusat.

(Advertorial)

Komentar