
INILAHONLE.COM, BOGOR – Kampung tematik berbasis industri kreatif berkolaborasi dengan Corporate Social Responsibility (CSR) perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Kampung Perca yang berada di bagian timur Kota Bogor atau tepatnya RW 06 Kelurahan Sindangsari. Kampung Perca secara resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim, pada Jumat (17/12/2021).
Kampung Perca, sesuai dengan namanya adalah sebagai wilayah yang memproduksi berbagai barang dan kerajinan dari limbah kain perca. Pada saat peluncuran Kampung Perca ini hadir pula Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan, Dirut PDJT Lies Permana Lestari, Bank BJB Yuddi Renaldi, dan Mojang Jajaka Kota Bogor Rayhan Achmal dan Helmalia Dwi.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto usai meresmikan peluncuran Kampung Perca mengatakan berdirinya kampung perca ini berawal dari potensi warga dengan keahlian jahit menjahit dan konveksi yang kemudian dibimbing dan dibina oleh Dekranasda Kota Bogor dan berkolaborasi oleh banyak pihak, diantaranya Kadin, PHRI dan bank BJB.
Menurut Bima Arya, Kampung Perca ini bukan saja memberi lapangan pekerjaan untuk warga, tapi juga menjadi tempat wisata baru di Kota Bogor. “Pak gubernur nanti akan mendukung dan akan mengembangkan lebih lanjut kampung perca ini, kemudian akan dibuat homestay-nya, sehingga bisa menginap di sini (kampung perca) dan bisa menikmati keseharian bersama warga yang kreatif,” ucap Bima Arya.

Disela acara peresmian, Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan dan beberapa staf mengatakan, pihaknya merasa bersyukur turut berkolaborasi dengan instansi-instansi lain untuk tahap awal pembentukan Kampung Perca ini, ada tiga gerai yang dapat kami salurkan dari dana CSR kami dan digabung dengan instansi lainnya, tentunya harapan kami bagi Kota
“Bogor Kampung Perca ini dapat menjadi percontohan dan sekaligus memberikan nuansa-nuansa baru yang menarik bagi pengunjung nantinya. Dan juga Kampung Perca ini di-launching bertepatan dengan ulang tahun Wali Kota Bogor Bima Arya ke 49,” ucapnya.
Dalam peluncuran resmi Kampung Perca ini, ikut hadir Pula Camat Bogor Timur Rena Da Frina. Bahkan dirinya mengatakan, bahwa Kampung Perca merupakan salah satu kampung tematik yang ada di wilayahnya, yang terwujud berkat dukungan kolaborasi dari semua pihak.
“Kita garap (Kampung Perca) dengan sistem kolaborasi antar semua instansi dan stakeholder. Banyak CSR yang kita dapatkan disini hampir Rp500 juta,” ungkap Rena.
Masih kata Rena, pembangunan Kampung Perca saat ini merupakan tahap pertama dan baru memiliki empat galeri untuk memasarkan produk. Selanjutnya secara bertahap dilakukan penambahan galeri yang ditempatkan di rumah-rumah warga.
“Saya bilang ini tahap pertama, ada empat galeri dengan memanfaatkan rumah warga setempat. Produknya juga buatan warga setempat. Target kita nanti ada 15 galeri yang tersebar di 6 RT di RW06,” paparnya.
Rena juga mengatakan, di Kampung Perca sebelumnya memang ada konveksi rumahan, dan hal ini menjadi pokok penting dalam pengembangan Kampung Perca untuk pemberdayaan warga setempat.

“Jadi kita memang pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga yang masa pendemi Covid-19 ini tidak ada penghasilan, karena suaminya diputus kerja, terlilit hutang rentenir dan sebagainya,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Sindangsari, Asep Faisal Rahman menjelaskan, saat ini, ada 15 orang ibu rumah tangga yang tergabung mengkreasikan sisa potongan kain menjadi produk yang bernilai tinggi. Produk itu mulai dari pansi, auter, sarung bantal, body bag, keset, masker dan sebagainya.
“Sisi lain, wilayah Kampung Perca juga kini tampil berbeda dengan suasana lingkungan yang tertata dan menarik untuk dikunjungi terutama bagi pencari spot foto dan aneka kerajinan,” kata Asep
Lebih lanjut Asep menejalaskan, sekarang ada 15 ibu-ibu yang terlibat langsung di Kampung Perca, dan UMKM sekarang sudah mulai ikut serta baik itu pernak-pernik kerajinan dipasarkan di Kampung Perca. Diluar gerai-gerai yang ada, pihaknya juga tengah membangun kerjasama dengan pihak lain untuk merambah pemasaran produk-produk Kampung Perca.
“MoU sedang kita garap dengan Uniklo khususnya. Dan yang jelas Kampung Perca ini dibawah Dekranasda punya gerai-gerai di mal Kota Bogor, pemasaran bisa dari situ dan bisa pesan secara online,” ujarnya.
Dijelaskan Asep, bahan baku sisa potongan kain didapat dari konveksi-konveksi di Kota Bogor, umumnya di Bogor Timur. Untuk ketersediaan sendiri, sambungnya, saat ini masih tercukupi kebutuhannya. “Insya Allah, untuk bahan baku aman,”. (Piya Hadi)

























































Komentar