oleh

Kepala BPN Kabupaten Bogor : Pelayanan Dikantornya Tidak Ada Istilah “Uang Pelicin”

INILAHONLINE.COM, CIBINONG

Seluruh pelayanan yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Bogor tidak ada istilah “uang pelicin”. Pasalnya, yang wajib dibayar oleh pemohon adalah biaya Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) resmi yang disetor melalui ke Bank. Demikian ditegaskan Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto, Senin (19/10/2020)

“Biaya PNBP memang harus disetor ke negara melalui bank sesuai dengan peraturannya,” ujar mantan Kepala Kantor BPMN Kabupaten Semarang, Ungaran Jawa Tengah tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Sepyo, sesuai dengan arahan dan perintah dari Kementrian Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dia diminta untuk memperbaiki sistem pelayanan yang ada di kantornya, guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat permohonan sertipikat pertanahan.

“Selama ini kita terus melakukan kajian, evaluasi, perumusan dan arahan kepada seluruh jajaran pegawai secara koordinasi guna mencipotakan sebuah sistim pelayanan yang ideal, nyaman, baik sesuai dengan yang dikehendaki masyarakat,” paparnya.

Sepyo juga membantah jika selama ini sejumlah proses berkas permohonan yang masuk diatas meja kerjanya terkesan dibuat lama atau diperlambat penyelesaiannya.

“Tidak ada saya buat lama-lama atau yang gampang dipersulit, hanya saja terkadang berkas permohonan yang masuk diatas meja saya, sering ada kesalahan dalam penerapan konsep pemberkasannya, sehingga perlu dilakukan perbaikan sepenuhnya dan berkas itu memang saya turunkan atau saya kembalikankan kepada pejabat Kasi yang memiliki kewenangannya,” jelas Sepyo

Selain itu, Sepyo juga mengatakan, bahwa BPN Kabupaten Bogor setiap harinya terdapat sekitar 300 samapai dengan 400 permohonan sertipikat. Dengan jumlah pemohon yang cukup banyak itu serta dengan keterbatasan petugas yang ada, maka terkadang pekerjaan itu harus dikerjakan hingga melebihi jam kerja alias dilakukan lembur kerja.

“Kita tetap mengupayakan bagaimana supaya berkas masyarakat pemohon bidang pertanahan ini dapat selesai dengan cepat,” tandasnya.

Bahkan Sepyo juga sedang terus mencari terobosan guna dapat menciptakan pemeberian pelayanan terbaik kepada masyarakat pemohon, dan hal itu sudah mulai dilakukannya sedikit demi sedikit beberapa bagian ruang pelayanan pemohon ddengan dilakukan pemebenahanagar lebih baik.

“Pembenahan dan terobosan yang kami lakukan selama ini, sejak dimulai ketika saya menjadi Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor,” (Piya Hadi)

Komentar