oleh

Lewat Medsos, Seorang Pria Beli Bibit Ganja dari Amerika Serikat

INILAHONLINE.COM, BANDUNG

Ditresnarkoba Polda Jabar menangkap seorang pria berinisial GG yang kedapatan menanam bibit pohon ganja yang dibelinya lewat medsos dari Amerika.

GG ditangkap personel Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar yang dipimpin Kasubdit AKBP Herry Afnadi di kontrakannya di kawasan Jalan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan, saat ditangkap, polisi menemukan ada beberapa pohon ganja yang mulai tumbuh di pot berukuran besar dan bibit ganja.

“Jadi ada beberapa biji ganja yang belum di semai, kemudian ada beberapa ganja yang sudah mulai tumbuh di pot,” ujarnya di Polda Jabar, Kota Bandung, Senin (19/10/2020).

Rudy menjelaskan, GG mulai menanam pohon sebulan terakhir sebagai bagian eksperimen. Dia membeli bibit ganja dari Amerika melalui media sosial.

“Masih eksperimen, dia belajar dari youtube,” kata Rudy.

“Dia beli dari Amerika, belinya lewat Instagram seharga Rp300 ribu. Di situ ada iklan beberapa contoh ganja, kemudian ada akun pribadi untuk dikontak. Kemudian dikirim melalui ekspedisi,” jelasnya.

Menurut Rudy, GG menanam pohon ganja di kontrakannya dengan bermodal cahaya lampu agar pohon bibit segera tumbuh menjadi pohon.

“Dia bereksperimen. Seandainya subur, kemungkinan membuka kebun ganja. Beberapa ganja ada yang sudah mulai tumbuh, yang bersangkutan selama proses penyemaian menggunakan lampu, lalu dikasih bilik dari bahan dus agar petumbuhannya cepat,” kat Rudy.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa ganja dan pot yang berisi ganja. Tak hanya itu, polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti narkotika lainnya berupa 6 paket sabu seberat 4,82 gram.

 

“Kita juga amankan 300 butir ekstasi berlogo ‘Instagram’ warna merah muda, 300 butir ekstasi berbentuk daun bertuliskan ‘love’ warna hijau dan beberapa barang bukti pendukung lainnya,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, GG dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Pelaku juga diancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup. Kemudian, tersangka pun diancam penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun, lalu pidana denda paling sedikit Rp1 Miliar dan paling banyak Rp10 Miliar. (siberindo/red)

Komentar