oleh

KRI Bima Suci Sandar di Belawan

INILAHONLINE.COM, MEDAN-SUMUT

Setelah beberapa hari di Pulau Sabang (Aceh), kini Sabtu (24-10-2020) KRI Bima Suci-945 singgah di Belawan. Kapal layar latih bagi taruna/kadet TNI Angkatan Laut sebelum penambatan untuk nyandar, melakukan parade roll di atas kapal. Lalu disambut secara resmi oleh Danlantamal I Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso bersama asisten dan Forkopimda setempat di Dermaga Pelindo I, Belawan, Medan – Sumatera Utara.

Berbagai tarian daerah Sumut dipertunjukkan dalam acara penyambutan tersebut, termasuk tarian khas Batak Toba, sigale-gale. Turut menyambut, di antaranya terlihat juga saat itu, Pjs Walikota Medan Asren Nasution, serta Danyonmarhanlan I Letkol Marinir Farick M Tr Opsla.

Dalam pelayarannya, ada 75 taruna dan 10 taruni Akademi Angkatan Laut tingkat III angkatan ke 67 yang ikut dalam kapal tersebut. Mereka akan melakukan sejumlah kegiatan selama tiga hari di Medan dalam mendukung latihan praktek (Latek) dan Kartik Jala Krida (KJK) 2020 sebelum kelulusan menjadi perwira TNI AL.

Pelayaran ini menurut Danlantamal I Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso sudah dilaknakan sejak 26 September 2020 hingga 2 Januari 2021. Diterangkannya rute yang dilalui, awalnya bertolak dari Pelabuhan di Surabaya, kemudian melalui Pantai Selatan menuju ke Lampung. Setelah itu melawati Pantai Wilayah Barat menuju ke Padang, lalu ke Sabang. Dan hari ini berada di Belawan. Setelah dari Medan, akan singgah di Tanjung Pinang dan merapat di Pelabuhan Tanjung Uban. Kemudian menuju Kepulauan Natuna, Pulau Laut, Miangas, Sorong, Tual, Kupang dan kembali ke Surabaya.

“Jadi kurang lebih 98 hari pelayaran atau 3 bulan 1 minggu. Jalur laut yang dilalui terutama melelaui laut-laut yang berbatasan dengan negara-negara lain,” jelasnya.

Ia juga juga menambahkan, seyogyanya pelayaran bagi taruna/taruni AAL tingkat III ini juga akan berlabuh di beberapa negara seperti biasanya. Namun karena kondisi pandemi, tahun ini hanya dilaksanakan di Indonesia.

“Pelayaran dengan Bima Suci ini sudah sering dilakukan, namun baru kali ini generasi pengganti KRI Dewa Ruci ini mendarat di Medan,” katanya. (Aziz Panjaitan)

Komentar