oleh

Kurnia Farm, Dari Bisnis Domba Hingga Dakwah

INILAHONLINE.COM, BABAKAN MADANG

Taste bisnis Umie Christy mengembangkan perdagangan domba sejak setahun silam, kini benar-benar menjadi karunia yang berkah. Kurnia Farm di atas lahan seribu meterpersegi di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor ini berkapasitas 500 ekor Domba, dilengkapi mess dan kebun rumput Odot buat pakan Domba beserta kelengkapannya. Hingga kini, selain melayani pelanggan untuk Qurban, Aqiqah, dan PSK (Pedagang Sate KIloan), Umie Christy juga merancang restoran spesial berbahan baku daging Domba Muda.

Aditya Saputra pengelola Kurnia Farm

“Perputaran bisnis (Kurnia Farm) cukup bagus sejak digagas oleh Umie Christy tahun lalu (2018), setelah mengikuti pelatihan beternak (Domba). Karena terpikat, ia lantas menekuni bisnis Domba yang diperoleh dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lumayan, sekitar seribuan ekor lebih, masuk-keluar kandang sekitar tiga sampai empat bulan. Pelanggannya seperti pedagang sate kalian di kawasan Sentul dan sekitarnya,” ungkap Aditya Saputra Sang Manajer ketika dikonfirmasi di lokasi Kurnia Farm, Selasa (6/8/2019).

Selain mengupayakan pembibitan dan pakan sendiri dari rumput Odot, dan kulit pohon Singkong yang difermentasi, agar tahan setahun. Setelah dikeringkan, kemudian digiling dan dicampur konsentrat, lantas dimasukkan dalam tong plastik, difermentasi selama dua minggu, baru bisa dikonsumsikan ke Domba. Juga disediakan minuman berupa air garam dan air gula aren yang manis. Ini diberikan pagi dan siang setelah makan di tiap petak kandang berpagar pipa besi. Tiap petak bisa berisi lima Domba, dari yang berusia tiga bulan (masih menyusu Induknya) hingga usia 10 bulan yang siap panen. Semula Umie Christy memulai mendatangkan 350 ekor Domba betina dan pejantan, kemudian terus berkembang.

Nelly, calon pelanggan Kurnia Farm

“Harga per kiloramnya Rp 37.000 (Domba betina). Yang jantan Rp 85.000 per kilogram. Harga itu berfluktuasi, tergantung harga pasar. Kalau di tempat lain naik, di sini tinggal menyesuaikan. Karena prinsipnya kami satu atap,” tandas sepupu Umie Christy itu.

Aditya mulai tahun ini juga buka lapak untuk jual hewan Qurban di kawasan Jalan Gunung Pancar, Babakan Madang. Tiap ekor Domba jantan seharga Rp 2,5 juta hingga Rp 2,8 juta per ekor untuk Qurban. Rata-rata seberat 28 sampai 30 kilogram tiap ekor Domba yang dijual itu.

Ketika ditanya terkait pengembangan bisnis Umie Christy ke depan, ia menyatakan bahwa ada rencana membuka restoran sendiri, bahan bakunya dari Domba muda. Selain dimasak jadi aneka jenis sate, termasuk Meranggi, juga menyediakan menu lain, seperti kambing guling, empal, gule, kebuli, dan waraqal enough yang yahud.

Sejauh ini, Kurnia Farm juga menjual pupuk kandang dari kotoran Domba. Ke depan Umie Christy akan mengcreate lebih dalam lagi, dengan mengolah air kemih Domba menjadi listrik, dan menambah pakan ternak dengan menanam Jagung, diselingi tanaman cabai, tomat, dan sayurmayur dipupuk dengan produk sendiri yang bebas bahan beracun berbahaya.

Sebagai lahan dakwah, Kimia Farm juga disetting dengan kelengkapan menyembelih ternak ala syar’ie untuk membedakan dengan praktik di Barat dan negara lain yang masih menggunakan cara menembak kepala ternak. Ini dikenal dengan istilah stunning. Rumah Potong Hewan di Banten pernah menggunakan metode pemingsanan (stunning) pada hewan-hewan yang akan disembelih. Majelis Ulama Indonesia Banten dalam investigasinya menemukan bahwa hewan-hewan itu bahkan ditembak di bagian kepalanya sebelum disembelih. Majelis memerintahkan lima rumah potong hewan itu menghentikan kegiatan penyembelihan hewan dengan cara seperti itu.

Islam sendiri memerintahkan umatnya agar menyayangi binatang, termasuk hewan Qurban. Pisau yang digunakan untuk menyembelih harus tajam. Sekali dorong memutus urat nadinya, sekali tarik memutuskan nadi lainnya, ketiga dorong untuk memutuskan jalur nafas.

Sebelum dipotong, hewan Qurban itu bisa dikirab, selain agar memperlancar peredaran darahnya, juga untuk kepentingan siar agama, bahwa di Hari Raya Qurban, tidak ada amalan yang disukai Allah, kecuali mengalirkan darah hewan Qurban. Dan yang dinilai Allah, bukan daging dan darahnya, melainkan taqwanya. Qurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meraih RidhoNya.

(Mochamad Ircham)

Komentar