INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Cepatnya dinamika pembentukan kopdes melalui musyawarah desa khusus (Musdesus), bukti bahwa rakyat khususnya di pedesaan merespons positif kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu dikatakan Koordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI), Azmi Hidzaqi, melalui keterangan tertulisnya kepada inilahonline.com, Sabtu (31/5.2025)
“Pembentukan Kopersai Desa Merah Putih akan terus di kawal dan dieksekusi dengan konsisten melalui kementrian Koperasi (KemenMenkop) RI dengan berbagai lintas kementrian, lembaga dan juga bekerja sama dengan para pemimpin pemerintah daerah,’ ujarnya.
Dengan adanya pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih ini di harapkan agar ada perputaran uang di daerah, pembukaan lapangan pekerjaan dan menyediakan berbagai barang kebutuhan pokok serta alat kesehatan kesehatan dengan harga yang lebih terjangkau oleh rakyat. Program ini di harapkan mampu mengubah paradigma pembangunan menjadi lebih berkeadilan, selain itu juga pembangunan puluhan ribu koperasi desa ini bisa mengatasi masalah kemiskinan di pedesaan.
Menurut Azmi Hidzaqi, melihat kenyataan akan cepatnya kerja dari Kemenkop RI ini, pihaknya mengapresiasi semangat pemerintah untuk mengembalikan ruh koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. kami optimis bahwa program ini akan terwujud dengan baik dan sesuai harapan presiden Prabowo, kami mengamati rakyat di berbagai daerah sangat mendukung pembentukan Kopdes Merah Putih karena diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta dapat memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung ekonomi lokal.
“Kami juga meyakini bahwa pembangunan Kopdes Merah Putih ini dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan ketahanan ekonomi di tingkat desa/kelurahan. Selain itu, kami juga memberikan apresiasi kepada Menkop Budi Arie yang telah berupaya secara maksimal dalam membangun program Kopdes Merah Putih,” katanya.
Menurutnya, Kopdes Merah Putiuh kini telah mencapai angka 70 ribu, yang diharapkan oleh masyarakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus instrumen penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada tengkulak, rentenir, hingga pinjaman daring ilegal.
Lebih lanjut Azmi Hidzaqi mengungkapkan, bahwa pembentukan Kopdes Merah Putih ini didukung oleh Pemerintah Pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 untuk mempercepat pembentukan koperasi merah putih di seluruh Indonesia, Percepatan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan berkelanjutan dan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kopdes Merah Putih ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan pendapatan warga desa, memperkuat ketahanan pangan, dan memberdayakan sumber daya manusia lokal,” tandasnya.
Azmi Hidzaqi juga mengatakan, Kopdes diyakini dapat memastikan pemerataan pembangunan dan ketahanan ekonomi rakyat di tingkat desa/kelurahan, sehingga bantuan dan subsidi dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Selain itu juga untuk ketahanan pangan dengan adanya Kopdes dapat berperan dalam distribusi kebutuhan pokok dan bantuan pemerintah, sehingga dapat memangkas rantai distribusi yang panjang dan meningkatkan efisiensi.
“Pembentukan Kopdes Merah Putih terus mendapatkan dukungan luas dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat desa. “Hal ini menunjukkan bahwa Kopdes Merah Putih diyakini sebagai solusi yang efektif untuk mengatasi krisis, meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ekonomi di tingkat desa,” pungkasnya. (CJ/PH)



























































Komentar