oleh

Lima Desa Dapat Bantuan Homestay Senilai Rp 75 Juta Per Unit

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Sebanyak 10 desa di Kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang, mendapat program prioritas dari pemerintah pusat, yakni pembangunan Homestay senilai Rp 75 juta per unit. Tujuannya, untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, sehingga dapat mengangkat ekonomi warga.

“Pemerintah terus melakukan upaya-upaya percepatan. Salah satunya dengan membangun sekitar 50 homestay di lima desa di sekitarnya,” kata kata Direktur Swadaya Penyediaan Perumahan, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahaan, Kementerian PUPR, Jhony FS Subrata saat konsultasi publik pengembangan homestay swadaya di Hotel Manohara TWC Borobudur, Selasa (5/11/2019).

Diketahui, Borobudur termasuk lima destinasi super prioritas yang akan dikembangkan pemerintah pusat menjadi Bali baru. Empat lainnya, adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Mandalika, Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bunaken di Sulawesi dan Bangka Belitung.

Guna mendukung program pemerintah yang akan membangun Bali baru itu, pemerintah akan membangun puluhan home stay di lima desa di sekiat Candi Borobudur. Lima desa itu adalah, Desa Borobudur, Ngadiharjo, Tuksongo, Wanurejo dan Desa Karengrejo.

Sebagai tahap awal, kata Jhony, pihaknya memilih 50 warga dari lima desa tersebut, yang akan mendapatkan program tersebut. “Untuk tahap pertama kami memilih 50 warga dari lima desa itu. Namun tidak menutup kemungkinan, akan bertambah lagi. Saat ini, kami masih mendata dan melakukan studi kelayakan,” lanjutnya.

Dijelaskan, program ini (pembangunan homestay) ada dua model. Pertama pengembangan bagi yang sudah memiliki rumah, dan kedua berupa pembangunan hunian baru. Untuk menentukan pengembangan atau pembangunan, akan ditentukan dari hasil kajian tim yang saat ini masih melakukan pendataan dan studi kelayakan.

“Yang jelas, tujuan program ini salah satunya agar masyarakat mendapatkan nilai tambah dari pengembangan Candi Borobudur sebagai Bali baru itu,” ungkapnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi yang turut hadir dalam kesempatan tadi mengatakan, program ini berbeda dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Tidak hanya sasaran, kriteria yang mendapatkan tapi juga tujuannya.

“Untuk sasarannya jelas berbeda, karena yang mendapatkan bukan tidak mungkin orang yang tergolong mampu tapi belum mempunyai homestay. Kedua, lokasi rumahnya tidak hanya dekat dengan Candi Borobudur, tapi aksesbilitasnya juga mudah dijangkau,” imbuhnya.

Terkait pengelolaannya kedepan, kata Sudjadi yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan itu, minta dikoordinir oleh pemerintah desa. “Kalau nanti sudah selesai dibangun, kami minta dikoordinir desa,” pungkasnya.

(Ali Subchi)

Komentar