Najamudin Siap Bantu dan Fasilitasi Pasien yang Ditolak Rumah Sakit

Megapolitan, Politik244 Dilihat

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Persaingan untuk melaju untuk menjadi orang nomor satu di Kota Bogor semakin ketat. Para Balon (Bakal Calon) Wali Kota Bogor sudah menyiapkan program-program jitu yang akan ditawarkan kepada masyarakat.

Sebut saja, H. Haji Najamudin salah satu balon Wali Kota dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ditemui inilahOnline.com, di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (26/9/2017) mengatakan, dirinya memastikan akan menjalankan program dasar yakni program Kesehatan dan Pendidikan serta Ketenagakerjaan

“Yang pertama saya akan memaksimalkan program dasar, yaitu pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan untuk masyarakat Kota Bogor tentunya,”ujarnya.

Menurut Najamudin, pendidikan di kota bogor masih harus didorong untuk memastikan para pelajar Kota Bogor tidak putus sekolah.

“Saya ingin memastikan warga Kota Bogor, usia sekolah, wajib pendidikan 12 tahun, Jadi kalau di maksimalkan tentunya tidak akan ada anak-anak di Kota Bogor yang putus sekolah,” paparnya.
Selain itu, sambung Kang Naja sapaan akrabnya, ia akan memberikan modal usaha bagi pelajar Kota Bogor yang baru lulus sekolah untuk menjadi enterpreneur.

“Saya ingin anak anak kita yang baru selesai mengenyam pendidikan di fasilitasi untuk mendapatkan keterampilan sesuai keahliannya. Nanti, akan kita berikan modal untuk membuka usaha sendiri,”sambungnya.

Mengenai fasilitas kesehatan di Kota Bogor dirinya menilai masih kurang, terutama untuk mengakomodir warga yang kurang mampu.

“Kita akan bangun puskesmas rawat inap di setiap Kelurahan. Jadi nanti tidak ada lagi masyarakat Kota Bogor yang tidak mendapatkan fasilitas kesehatan,” tukasnya.

Ia memastikan nanti ada Puskesmas disetiap Kelurahan yang dilengkapi fasilitas yang memadai.

“Saat ini Puskesmas baru ada disetiap Kelurahan,” imbuhnya.

Disinggung banyak masyarakat Kota Bogor yang kerap kali di tolak oleh rumah sakit walupun dia sudah menunjukan kartu BPJS ataupun Askes, Najamudin menegaskan, sebetulnya tidak ada alasan Rumah Sakit menolak pasien.

Karena, kata Najamudin, dalam Perda Kota Bogor ditegaskan, bahwa setiap rumah sakit di Kota Bogor, baik milik Pemerintah atau swasta wajib menyiapkan 25.persen tempat tidurnya untuk masyarakat tidak mampu.

“Kalau misalnya di RSUD ditolak karena alasan penuh, langsung saja bawa kerumah sakit swasta, dan jika masih ditolak juga, saya siap membantu dan memfasilitasinya. Apalagi, pasien gawat darurat kita siap bantu,” tegasnya. (KBL).

banner 521x10

Komentar