Operasional Hiperbarik, RS Bhayangkara Semarang Berubah Menjadi RS Bhayangkara Awaloedin Djamin

Berita, Jawa Tengah651 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Rumah Sakit Bhayangkara yang pengelolaannya dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah berada di Jalan Majapahit Semarang, berubah nama menjadi Rumah Sakit Bhayangkara Jenderal Pol. Prof. DR. Awaloeddin Djamin, MPA Semarang. Perubahan ini dilakukan bersamaan dengan operasionalisasi instalasi Hiperbarik Gizi, Laundry, perinatology,Cath Lab dan kamar operasi mata yang dilakukan oleh Dokkers Polri Brigen Arthur Tambi.

‘’Perubahan ini dilaukan yang pertama kali menggunakan nama mantan Kapolri Awaloeddin Djamin, untuk rumah sakit Bhayangkara di Semarang, dalam mengenang jasa-jasa dalam memegang kepemimpinan Polri,’’ujar Arthur Tambi kepada awak media di Semarang Selasa (19/2/2019).

Menurutnya, perubahan ini juga sudah seizin dari keluarga beliau, bahkan sambut bergayung dari keluarga besar sangat menyetujuinya dan membolehkannya supaya jasa-jasa pejuanganya tidak terlupakan. Tak luput juga untuk mengembangkan rumah sakit tidak lepas juga dari sarana dan prasarana rumah sakit yang diperlukan.

‘’Sejalan dengan perubahan ini operasionalisasi peralatan terbaru juga dilakukan diantaranya hiperbarik sebagai suatu fasilitas yang baik, sehingga bisa dimanfaatkan keluarga Polda Jateng bersama keluarga serta masyarakat lainnya,’’paparnya.

Ia menjelaskan, fasilitas hiperbik gizi ini merupakan fasilitas yang diunggulkan dan pertama kali serta satu-satunya di Jawa Tengah. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan kebugaran dan peralatan lainnya.

‘’Dalam peralatan baru ini Biddokes bisa menggunakan alat ini, untuk mengatasi terhadap pasien yang mengalami serangan jantung. Ini alat deteksi terhadap masalah jantung, sehingga masyarakat umum bisa menggunakannya,’’tuturnya.

Diakui, serangan penyakit jantng sekarang ini tidak mengenal usia yang sebelumnya bisa mengena umur 50 tahun, kini juga menyerang umur 30 tahun. Namun untuk pemeriksaan ini bagi keluarga polisi bisa melalui BPJS yang tidak dipungut biaya. Begitu juga untuk operasi mata yang terkena katarak yang terjadi karena akibat terik sinar matahari.

‘’Alat baru ini sudah disiapkan untuk melayani kelurga Polri dan masyarakat umum,’’tandasnya.

Lakukan MoU dengan RS Kariadi Semarang

Namun demikian, Arthur Tambi menambahkan, bahwa untuk menunjang sarana dan prasarana terbaru ini dalam fasilitas rumah sakit ini, melakukan kerjasama atau MOU dengan RSU Kariadi Semarang sebagai langkah tindakan kualitas pelayanannya.

‘’Karena penyediaan sumber daya manusia yang terbatas ini, sehingga melakukan kerjasama dengan RS Kariadi Semarang,’’ujarnya.

Menurutnya, sekarang ini Polri sudah memiliki 51 rumah sakit bhayangkara terdiri RS Tingkat II ada enam tempat dan lainnya tingkat tiga dan tingkat empat, yang jumlahnya ada 42 rumah sakit yang dikelola oleh badan layanan umum.

‘’Dalam tahun 2019 ini ditargetkan oleh organisasi bisa menghasilkan sebanyak 1,8 trilliun terhadap rumah sakit yang dikelolannya secara keseluruhan,’’paparnya.

Meski demikian, lanjutnya, pembangunan rumah sakit bhayangkara masih terus dilakukan oleh Polri seperti pembangunan rumah sakit di Papua Barat yang luas tanahnya ada 4 hektar. Tahun ini rumah sakit bhayangkara Polda banten dan Polda Belitung.

‘’Jadi sampai saat ini sudah memiliki sebanyak 1.118 tempat tidur, sehingga menjadi nomor tiga setelah rumah sakit Dr Sutomo dan rumah sakit Kariadi Semarang. Rumah sakit bhayangkara ini meningkat cukup signifikan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,’’pungkasnya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar