oleh

Patuhi Rambu Lalu Lintas, Dompet Dhuafa Menggelar Workshop

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas dan kesehatan, Dompet Dhuafa menyelenggarakan workshop untuk petugas pengantar mobil jenazah pada Rabu (22/5) di Bogor. Pada kegiatan tersebut turut mengundang penyedia layanan pemulasaraan jenazah dari Lembaga Sosial maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) di wilayah Jabodetabek. Kamis(23/05/2019)

Manajer Dakwah dan Layanan Masyarakat (DLM) Dompet Dhuafa, Juperta Panji Utama mengajak pekerja sosial khususnya dalam menangani jenazah dapat mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Menjadi petugas mobil pengantar jenazah adalah profesi pilihan dan terpuji.

Karena itu, para petugas harus selalu meningkatkan kualitas ilmu dan amalnya dengan cara terus belajar, menjalin komunikasi dan berjejaring. “Dompet Dhuafa juga mengajak semua petugas untuk mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan diri sendiri dan pihak lain dalam melayani umat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Satlantas Polres Bogor, Danny Trisespianto Arief menyebutkan ada tingkatan prioritas atau hak utama pengguna jalan demi kelancaran arus lalu lintas, hal ini tercantum dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang UULAJ Pasal 134. Iring-iringan pengantar jenazah berada pada urutan nomor 6.

“Melalui kegiatan ini para driver atau petugas pengantar mobil jenazah memahami rambu-rambu lalu lintas dan kesehatan secara medis,” kata Danny.

Tidak hanya itu, Dompet Dhuafa memudahkan kebutuhan layanan mobil jenazah bagi warga yang kurang mampu, awalnya khusus Jabodetabek, tapi kini terus berkembang sampai ke luar Jawa. Bahwa banyaknya kesulitan masyarakat dhuafa untuk mengakses kebutuhan mobil janazah secara gratis. Di luar sana untuk mendapatkan ambulan jenazah sangat sulit dan mahal

Selain itu, Koordinator Badan Pemulasaraan Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa, Madroi mengatakan, bahwa petugas itu harus memiliki semangat sosial yang tinggi, namun harus tetap diimbangi dengan pengetahun lalu lintas demi keselamatan, dan pengetahuan kesehatan secara medis, “Karena tidak sedikit jenazah punya penyakit berbahaya, pasca kegiatan ini akan membuat komunitas duta disiplin untuk petugas pengantar mobil jenazah, serta menjalin sinergi lintas lembaga maupun Satlantas,” jelas Madroi

Madroi menjelaskan, Program bantuan Barzah sudah berjalan sejak tahun 2012 tidak hanya menyasar orang miskin saja. Melainkan juga kaum berpunya pun dapat memanfaatkan layanan ini, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga pemakaman. “Lantaran di kawasan perkotaan seperti Jakarta, masih banyak masyarakat yang bingung bagaimana memperlakukan keluarganya yang wafat secara Islami. Namun, jika mereka ingin berinfak melalui Dompet Dhuafa, tentu akan diterima, alias tidak ada tarif,” tukasnya.

TENTANG DOMPET DHUAFA

Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 25 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaanserta CSR.

(PR Dhompet Dhuafa)

Komentar