Pelaku UMKM Perlu Gunakan Aplikasi Ergonomik untuk Mendorong Kemajuan dan Pertumbuhan Usaha

04/04/2018 8:11:51 Kategori: , ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu menerapkan aplikasi ergonomic, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, menekan pembiayaan serta peningkatan kualitas kerja.

Hal itu terungkap dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Aplikasi Ergonomi Dalam Teknologi Tepat Guna untuk Pemberdayaan Masyarakat” yang di gelar di Kampus Unisbank Kampus Kendeng, Bendan Ngisor Semarang, Selasa (3/4/2018)

Seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang itu, menghadirkan narasumber Eko Nurmianto dari Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan diikuti peserta dari sejumlah pelaku UMKM, mahasiswa serta perwakilan perguruan tinggi.

Menurut Eko Nurmianto, aplikasi ergonomi sangat berguna bagi kalangan UMKM, karena aplikasi tersebut memiliki sejumlah keunggulan, sehingga dapat mendorong bagi kemajuan maupun pertumbuhan para pelaku usaha UMKM.

“Aplikasi ergonomi berguna untuk menurunkan pembiayaan, peningkatan produktivitas dan peningkatan kualitas kerja. Selama lebih dari 20 tahun kiprahnya saya dedikasikan untuk menumbuhkan UMKM dengan keilmuan Ergonomi,” ujar lulusan University of New South Wales Sydney Australia itu.

Dia berharap agar kalangan mahasiswa maupun dosen dapat membantu menumbuhkan UMKM dengan aplikasi Ergonomi hingg ke depan keuntungan yang diperoleh UMKM sangat menjanjikan.

Dekan Fakultas Teknik Unisbank Semarang, Agus Prasetyo Utomo menuturkan seminar ini diselenggarakan atas dasar melihat kondisi UMKM yang belum maju pesat.

Menurutnya, sejumlah faktor kondisi UMKM belum optimal, di antaranya dari sumber daya manusia (SDM), teknologi ataupun menejemen pemasaran.

“Dengan aplikasi ergonomi ini kita dapat mempelajari keterbatasan dan kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan teknologi dan produk-produk buatannya. Ilmu ini berangkat dari kenyataan bahwa manusia memiliki batas-batas kemampuan baik jangka pendek maupun jangka panjang, khususnya ketika berinteraksi dengan sistem lingkungan kerja,” tuturnya. (Suparman)