
INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Peta politik untuk Pemilu 2029 ternyata mulai memanas. Meskipun masih tiga tahun lagi, partai politik ternyata mulai memberikan dukungan bagi Prabowo Subianto untuk menjadi petahana di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 .
Tidak luput mengenai siapa sosok cawapres yang akan mendampingi Prabowo untuk kontestasi pemilu 2029 mendatang nama gubernur DKI Jakarta Pramono Anung digadang-gadang berpotensi akan mendampingi prabowo pada pilpres 2029 .
Menurut pakar politik sekaligus Direktur Eksekutif NSL Political Strategic Campaign Nasarudin Sili Luli menyebutkan jabatan kepala daerah di kota besar sebagai panggung visibilitas paling strategiskarena di Indonesia khususnya DKI Jakarta.
Sosok Pramono Anung yang saat ini menduduki kursi gubernur Jakarta bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah panggung gladi resik sebelum tampil di level presiden. “Dulu Jokowi dari sini, Ahok nyaris ke sana ,Anis Baswedan dan terakhir Pramono Anung setiap gubernur Jakarta pasti dilirik .Dalam sejarah, posisi itu selalu membawa aura “next big thing” bagi politik nasional.
Jakarta adalah kota dengan tiga kekuatan ajaib. Pertama, eksposur media nasional yang tak pernah berhenti—setiap gerak kecil gubernurnya bisa jadi headline. Kedua, kompleksitas masalah urban yang bikin pemimpin mana pun harus tangguh: banjir, kemacetan, ketimpangan sosial, dan pluralisme jadi uji karakter nyata. Ketiga, komposisi penduduknya yang heterogen, mencerminkan miniatur Indonesia.

Pramono Anung memainkan peran saat ini sebagai pemimpin kota besar dengan membangun “urban regime,” koalisi antara pemerintah, bisnis, dan komunitas sipil. “Kalau bisa bikin itu di Jakarta,” “maka bisa juga memimpin republik.”terangnya.
Posisi Pramono di Jakarta saat ini seperti saringan politik. Yang berhasil di sini, kemungkinan besar bisa menghadapi skala nasional. Bukan kebetulan kalau Jokowi dulu menggunakannya sebagai landasan lompatan dua tahun sebelum ke Istana. Basuki Tjahaja Purnama pun, meski jatuh karena kasus, pernah jadi figur nasional lewat jabatan terakhir Anis Baswedan yang memimpin Jakarta kemudian mencalonkan diri sebagai presiden 2024 yang lalu.
Nasarudin menambahkan Posisi Pramono Anung saat ini bagai mesin diesel yang tak butuh sorotan kamera untuk melaju. Dengan kepuasan publik 77,73 persen dan posisi gubernur terbaik nasional versi Muda Bicara ID, Pramono adalah teknokrat yang diam-diam efektif. Latar belakangnya sebagai Sekretaris Kabinet sembilan tahun membuatnya lihai membaca arah angin politik sebelum badai datang.
Pramono seperti birokrat yang hafal setiap jalan tikus kekuasaan.” Ia tahu cara bernegosiasi tanpa banyak janji, dan cara memimpin tanpa drama. Tapi kelemahannya jelas: terlalu dingin, terlalu elitis, dan kurang dekat dengan rakyat bawah yang haus figur karismatik.
Kalkulasi secara elektoral jika di sandingkan Prabowo – Pramono sangat rasional dan menjanjikan, Pramono didukung oleh PDIP dengan perolehan kursi terbanyak saat ini. Dengan dua kekuatan partai besar PDIP dan Gerindra maka hampir dipastikan kalkulasi politik secara elektoral sangat mungkin bisa terwujud. (Red)


























































Komentar